Amerika Contoh Pengoperasian PLTN di Indonesia

Amerika memiliki riwayat pengoperasian PLTN yang bisa dijadikan contoh, karena sejak mengoperasikan PLTB yang pertama pada 1958, hingga saat ini tidak pernah terjadi kecelakaan nuklir di negeri Paman Sam itu.

“Badan Pengawas Energi Nuklir Amerika Serikat telah melakukan pengawasan secara efektif,” kata Kepala Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (Bapeten), As Natio Lasman, Senin (8/4), saat menerima kunjungan Commissioner William D Magwood sebagai pimpinan US-NRC, di Jakarta.

“Bapeten telah menyiapkan sistem dan perangkat pengawasan PLTN secara detil dan komprehensif. Dua hal yang menjadi ujung tombak bagi efektifitas pengawasan PLTN di Indonesia,” tambah Natio.

Kehadiran pihak US Nuclear Regulatory Commision ini memberikan gambaran yang jelas bagi masyarakat Indonesia bagaimana Bapeten AS itu melakukan pengawasan terhadap pengoperasian PLTN dan pengelolaan limbah radioaktif yang aman dan selamat.

Selama di Indonesia, Magwood melakukan pertemuan dengan Menristek, Gusti Muhammad Hatta, dan Kepala Badan Tenaga Nuklir (Batan), Prof. Djarot Wisnubroto.

Sementara itu, William D Magwood mengatakan, pihaknya memastikan 104 reaktor dioperasikan secara aman dan selamat. Karenanya, ini harus menjadi pembelajaran yang berharga bagi Indonesia. Utamanya, Bapeten yang bertugas mengawasi ketenaganukliran.

“Keberhasilan US NRC dalam mengawasi pengoperasian PLTN beserta limbah radioaktif yang dihasilkan telah memberikan kepercayaan kepada masyarakat Amerika Serikat untuk menerima PLTN sebagai sumber energi yang diperlukan dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, setelah kejadian PLTN Fukushima pada 2011, US NRC melakukan evaluasi keselamatan seluruh PLTN di Amerika Serikat terhadap bahaya seismik dan banjir, atau kecelakaan ganda yang dapat mengancam keselamatan PLTN.

Amerika sendiri memiliki cadangan energi konvensional yang cukup besar, namun kebijakan ekonominya tetap menggunakan energi nuklir dalam penyediaan energi nasionalnya. Saat ini Amerika sedang memproses beberapa pembangunan PLTN baru. (tety)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014).
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author