TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan 21 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terpilih dalam Program Pendampingan Usaha Mikro Berbasis IPTEK (PUMI) Tahun 2026. Pengumuman ini menandai dimulainya tahapan lanjutan program PUMI untuk meningkatkan kapasitas usaha UMKM melalui pemanfaatan riset dan inovasi.
Program PUMI merupakan salah satu inisiatif strategis BRIN untuk menjembatani hasil riset dengan kebutuhan dunia usaha. Dari total 128 usulan yang masuk, sebanyak 21 UMKM terpilih karena dinilai memiliki potensi kuat untuk berkembang dan berdaya saing.
Para mitra UMKM terpilih tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan akan mendapatkan pendampingan langsung dari periset BRIN. Pendampingan difokuskan pada peningkatan kualitas produk, efisiensi proses produksi, serta penerapan teknologi tepat guna.
Adapun 21 UMKM yang terpilih dalam Program PUMI 2026 antara lain CV Cariza Khansa Pratama, CV Dyoska Richeries Indonesia, CV Karya Winazar, CV Moonbitz, CV Mwa, CV Prawita Garden, CV Roemah Kreasi Arlia, CV Rumah Matahari Pagi, CV Woluwolu Jaya Food, dan CV Yumeda Pangan Sejahtera.
Selanjutnya: PT Amood Healthy Foods, PT Andreyansah Cipta Karya, PT Anugrah Mahkota Bumi, PT Berkah Fermentasi Alami, PT Berkah Argo Tococo Indonesia, PT Gehaelfood Indonesia, PT Luminer Alam Lestari, PT Novio Berkah Bersaudara, PT Rezeki Untuk Japing, PT Sidaun Tumbuh Bersama, serta PT Wihdah Berkah Sejahtera.
Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Driszal Fryantoni menjelaskan bahwa seluruh mitra telah melalui proses seleksi yang ketat dan komprehensif. Proses seleksi dilakukan melalui tahapan administrasi, analisis substansi, hingga fact finding yang berlangsung pada Februari hingga Maret 2026.
“Melalui proses seleksi yang ketat dan komprehensif, 21 mitra terpilih tersebut dinilai memiliki potensi kuat untuk berkembang dan berdaya saing, melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kami berikan,” ” ujarnya pada Jumat (17/4/2026).
Dua Skema Pendampingan
Pendampingan akan dilakukan melalui dua skema, yaitu skema mentoring berupa pendampingan intensif secara one-on-one dengan periset, serta skema coaching clinic untuk UMKM dengan kebutuhan teknologi yang serupa.
Menurut Driszal, program ini merupakan salah satu upaya BRIN dalam menjembatani kesenjangan antara hasil riset dan kebutuhan dunia usaha, khususnya bagi pelaku UMKM.
Program PUMI merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi, dengan fokus utama pada penguatan hilirisasi riset dan teknologi di sektor UMKM.
Sebagai tindak lanjut, panitia pelaksana akan segera melakukan koordinasi dengan seluruh mitra terpilih untuk memulai tahap pendampingan secara lebih intensif.
Driszal menegaskan bahwa program ini juga menjadi bagian dari inisiatif BRIN Goes to Society, yang bertujuan menghadirkan manfaat riset dan inovasi secara langsung kepada masyarakat.
“Melalui PUMI, BRIN mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. Dengan membangun ekosistem kolaborasi, harapannya dapat meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan komunitas di Indonesia,” urainya.
Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat mengembangkan produk yang lebih inovatif, kompetitif, dan mampu menembus pasar yang lebih luas. (Sumber: brin.go.id)
