BRIN Berikan Penghargaan Kepada Kebun Raya Daerah Terbaik

Jakarta, Technology-Indonesia.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penghargaan kepada para pengelola Kebun Raya Daerah. Empat Kebun Raya Daerah yang dinyatakan sebagai kebun raya terbaik yaitu Kebun Raya Indrokilo, Kebun Raya Banua, Kebun Raya Balikpapan serta Kebun Raya ITERA.

Kebun raya telah memberikan manfaat bagi masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain manfaat ekologi dan menyelamatkan keanekaragaman hayati tumbuhan, kebun raya juga memberikan dampak ekonomi, sosial hingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemerintah daerah.

BRIN selaku pembina pembangunan kebun raya di Indonesia memberikan apresiasi kepada para pengelola Kebun Raya Daerah yang dinilai telah menunjukkan komitmen dan konsistensi yang kuat dalam menjalan fungsi-fungsi kebun raya. Pemberian penghargaan dilakukan bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke 206 Kebun Raya Bogor pada Rabu (17/5/2023).

Plt. Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), R. Hendrian mengatakan keberlangsungan kebun raya di daerah sangat ditentukan oleh dukungan dan komitmen dari Pemerintah Daerah.

Pengelolaan kebun raya berkaitan dengan banyak hal. Di antaranya adalah status lahan yang harus sudah memiliki dasar hukum tetap, dan tidak dialihfungsikan; tersedianya dukungan regulasi dan kebijakan; serta ketersediaan business plan yang matang, termasuk di dalamnya yang berkenaan dengan SDM dan anggaran.

“Dibutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit, mengingat bahwa yang harus dipelihara adalah tumbuhan hidup yang tentunya memerlukan pemeliharaan intensif; serta mengingat bahwa kebun raya adalah kawasan yang terbuka untuk publik, sehingga soal kebersihan, kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung harus selalu dijaga dengan baik,” ujarnya.

Pengelola Kepala UPTD Kebun Raya Balikpapan Lukman Riyadi mengatakan pihaknya telah berkomitmen dalam menjalankan fungsi-fungsi kebun raya yang terdiri dari konservasi, Penelitian, Pendidikan, Wisata dan Jasa Lingkungan.

Pengelola kebun raya telah melaksanakan kegiatan eksplorasi koleksi yang selanjutnya di registrasi serta dijadikan koleksi kebun raya. “Hingga saat ini terdapat 4.400 koleksi tumbuhan serta 210 anggrek spesies Kalimantan,” tuturnya

Lukman menambahkan Kebun Raya Balikpapan telah dijadikan laboratorium penelitian bagi mahasiswa dan peneliti. Selain itu menjadi ajang edukasi para pelajar dari sekolah di Kota Balikpapan dan sekitarnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Boyolali Suradji mengatakan salah satu keunikan Kebun Raya Indrokilo yaitu menggabungkan aspek konservasi, estika dan budaya dalam pengelolaan kebun raya.

Hal itu ditunjukkan dalam pemberian 9 tanaman tematik yang menggunakan karakter pewayangan. Misalnya tanaman obat dinamakan Nakula karena dalam cerita wayang dia juga seorang tabib. Ada juga ikon tanaman trenggulun, yang erat kaitannya dengan cerita Sunan Bonang. 

Dengan menggunakan pendekatan budaya seperti ini, maka akan lebih mudah memasukkan rasa cinta terhadap tumbuhan dan lingkungan kepada masyarakat. Konservasi tidak lagi menjadi barang yang asing. 

Sampai saat ini terdapat 51 kebun raya di Indonesia. Kebun raya tersebut terdiri dari 5 kebun raya dikelola BRIN, 41 Kebun raya dikelola Pemerintah Daerah, 3 kebun raya dikelola Perguruan Tinggi. 1 kebun raya dikelola BUMN serta1 kebun raya dikelola swasta. (Sumber brin.go.id)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014).
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author