ASEAN AI Ready Masuk Fase Kedua, Kemkomdigi Perluas Literasi AI hingga 2028

TechnologyIndonesia.id – Pemerintah Indonesia terus memperkuat upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital untuk menghadapi era kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Melalui kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dengan ASEAN Foundation, jutaan masyarakat Indonesia akan mendapatkan akses lebih luas terhadap pelatihan dan peningkatan keterampilan AI melalui Program ASEAN AI Ready yang kini memasuki fase kedua.

Kolaborasi tersebut bertujuan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tengah transformasi digital yang berlangsung cepat di kawasan ASEAN.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa penguasaan AI akan menjadi salah satu faktor penentu daya saing bangsa pada masa depan.

Karena itu, negara-negara ASEAN perlu membangun kolaborasi yang lebih erat untuk mempercepat pengembangan talenta digital dan memperluas pemanfaatan teknologi AI secara inklusif.

Menurut Nezar, penandatanganan MoU antara ASEAN Foundation dan BPSDM Komdigi merupakan langkah penting untuk memperkuat kerja sama kawasan dalam memajukan adopsi teknologi AI.

“Negara-negara ASEAN memiliki tantangan yang sama, terutama dalam pengembangan riset AI dan peningkatan kualitas talenta digital,” ujar Wamen Nezar dalam acara Seremoni Penandatanganan Nota Kesepahaman antara ASEAN Foundation dengan Kemkomdigi di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Kamis (04/06/2026).

Wamen Nezar menyampaikan bahwa ASEAN tidak hanya merupakan kawasan yang terhubung secara geografis dan politik, tetapi juga ekosistem digital yang memiliki peluang besar untuk tumbuh bersama.

Melalui Program ASEAN AI Ready, negara-negara anggota dapat berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam pemanfaatan teknologi AI.

“Fokus utama program ini adalah membangun talenta digital yang siap menghadapi transformasi teknologi. Melalui kolaborasi kawasan, kita dapat mempercepat peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat daya saing ASEAN dalam ekonomi digital global,” tuturnya.

Wamen Nezar menegaskan pengembangan talenta digital menjadi salah satu prioritas Kemkomdigi.

Pemerintah ingin masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan solusi berbasis AI yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.

Komitmen tersebut mulai menunjukkan hasil. Salah satunya melalui keberhasilan mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang memenangkan AI Ready ASEAN Youth Challenge melalui pengembangan NOAH AI, aplikasi berbasis kecerdasan artifisial untuk mendukung manajemen kebencanaan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Piti Srisangnam menyatakan program AI Ready ASEAN telah menjangkau lebih dari 5,3 juta masyarakat di Indonesia, dari Aceh hingga Papua.

Program tersebut kini memasuki fase kedua yang akan berlangsung hingga tahun 2028.

“Kami akan terus memberdayakan masyarakat Indonesia agar siap menghadapi transformasi digital dan mampu memanfaatkan potensi besar yang dimiliki dalam penguasaan teknologi AI,” ujar Piti.

Melalui kerja sama ini, Indonesia diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai salah satu pusat pengembangan talenta digital di kawasan ASEAN sekaligus memperluas manfaat teknologi AI bagi masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan sektor publik. (Foto: DRA/Komdigi)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author