TechnologyIndonesia.id – TransitionZero, organisasi nirlaba di bidang teknologi iklim (climate tech), resmi meluncurkan pembaruan terbaru untuk Scenario Builder, platform pemodelan sistem energi berbasis cloud yang memungkinkan analisis kelistrikan lintas negara secara lebih cepat, terbuka, dan komprehensif.
Melalui pembaruan ini, ASEAN menjadi kawasan pertama yang mendapatkan fitur pemodelan multi-negara ini secara langsung di Scenario Builder, mencakup 10 negara dengan 25 node di seluruh Asia Tenggara dalam satu model terintegrasi.
Peluncuran ini hadir di waktu yang sangat relevan seiring kawasan ASEAN bersiap memasuki fase baru proyek transmisi lintas batas dan semakin terbukanya kemungkinan perdagangan listrik lintas negara, yang berjalan berdampingan dengan perjanjian pembelian daya jangka panjang yang sudah ada.
Dengan hadirnya fitur ini, pengguna di Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Tailan, Vietnam, Myanmar, Laos, Brunei, dan Kamboja kini memiliki akses ke lingkungan pemodelan open access yang dirancang khusus untuk analisis sistem kelistrikan regional secara menyeluruh.
Upgrade ini memungkinkan para perencana energi di seluruh Asia Tenggara untuk memodelkan sistem kelistrikan lintas batas dalam satu platform yang sama, mendukung alur kerja perencanaan yang lebih cepat, asumsi yang lebih konsisten antar negara, serta pengambilan keputusan investasi lintas batas yang lebih solid dan berbasis data.
Urgensi Integrasi Jaringan Listrik Regional
Integrasi jaringan listrik regional selama ini sudah diakui secara luas memiliki signifikansi terhadap ketahanan energi dan koordinasi kawasan, sekaligus menjadi pendekatan yang paling cost-effective untuk mempercepat pengembangan dan adopsi energi terbarukan di Asia Tenggara.
Namun hingga saat ini, asesmen jaringan lintas batas masih sangat terbatas jangkauannya, sementara alat untuk memodelkannya kerap bersifat mahal, proprietary, atau hanya bisa diakses melalui studi yang dipesan secara khusus dan memakan waktu lama.
Seiring ASEAN bergerak menuju pasar listrik yang semakin berlapis, di mana perjanjian pembelian daya jangka panjang mulai berdampingan dengan perdagangan listrik lintas batas jangka pendek yang terus berkembang, para perencana energi membutuhkan alat yang mampu memodelkan sistem regional yang terintegrasi sekaligus dengan kondisi masing-masing negara dalam waktu yang bersamaan.
Kemampuan pemodelan multi-negara Scenario Builder hadir sebagai respons langsung TransitionZero terhadap tantangan tersebut.
CEO TransitionZero, Matt Gray, menilai bahwa perencanaan jaringan listrik ASEAN kini telah memasuki fase baru.
“Diskusinya kini sudah bergeser dari sekadar pertanyaan apakah perlu membangun interkoneksi, ke bagaimana skema pasar lintas batas dirancang, bagaimana proyek-proyek ini bisa didanai, hingga bagaimana keputusan dapat dibuat antar yurisdiksi yang berbeda. Ini adalah pertanyaan-pertanyaan kompleks dengan taruhan yang sangat tinggi, yang membutuhkan alat yang bisa digunakan langsung oleh berbagai pemangku kepentingan dengan asumsi yang transparan,” ujarnya.
Menurut Gray, kemampuan pemodelan multi-negara Scenario Builder ini memberikan para pemerhati dan komunitas energi ASEAN sebuah alat untuk membangun model-model tersebut dan menguji berbagai skenario, sehingga keputusan investasi dapat dibuat dengan lebih percaya diri dan diskusi seputar desain pasar dapat benar-benar terinformasi dengan baik.
Platform Open Access untuk Perencanaan Energi
Fitur terbaru ini terintegrasi langsung ke platform no code dan cloud-native TransitionZero, yakni Scenario Builder.
Scenario Builder dirancang untuk membantu para analis sistem kelistrikan, perencanaan, dan pembuat kebijakan dalam membangun, menjalankan, dan menganalisis model ekspansi kapasitas, serta dispatch jangka panjang secara cepat dan transparan.
Ketika para perencana berkerja dari satu model yang sama dan terbuka, mereka dapat lebih mudah menyelaraskan input dan asumsi yang mendorong terciptanya hasil model, membandingkan berbagai skenario secara berdampingan, serta mengidentifikasi trade-off dengan cara yang lebih transparan.
Hal ini, pada akhirnya, mendukung perencanaan lintas batas yang lebih terinformasi, diskusi desain pasar yang lebih produktif, dan pengambilan keputusan investasi regional, sekaligus mengurangi duplikasi upaya pemodelan di seluruh kawasan.
Pendekatan open access TransitionZero juga menghilangkan hambatan-hambatan tradisional dalam pemodelan energi, seperti dataset yang tertutup, alat yang bersifat proprietary, dan ketergantungan pada keahlian teknis khusus yang tidak selalu tersedia di dalam institusi.
Platform ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pemodelan internal di dalam pemerintahan, lembaga perencanaan, dan berbagai institusi lain yang bekerja di garis terdepan pengambilan keputusan transisi energi.
Simulasi Sistem Kelistrikan Regional dalam Satu Platform
Dengan kemampuan pemodelan multi-negara terbaru ini, analisis terintegrasi terhadap sistem kelistrikan di seluruh wilayah ASEAN kini dapat dilakukan sepenuhnya dalam satu antarmuka (interface), mencakup pembangkitan energi, transmisi, dan aliran perdagangan.
Pemodelan multi-negara memungkinkan para perencana untuk menguji berbagai skenario lintas batas tanpa harus memesan studi-studi terpisah, atau harus menyambung-nyambungkan model nasional yang terpisah-pisah.
Melalui Scenario Builder, para pengguna dapat mengevaluasi bagaimana interkoneksi rgional dapat memperluas jalur energi bersih yang layak, di mana kendala transmisi paling kritis, bagaimana struktur perdagangan yang berbeda memengaruhi biaya di seluruh sistem, serta bagaimana rencana-rencana nasional dapat saling berinteraksi di tingkat regional.
Sebagai contoh konkret, seorang perencana dapat menggunakan Scenario Builder untuk memodelkan bagaimana peningkatan kapasitas energi terbarukan di satu negara berdampak pada jaringan listrik di negara-negara tetangganya, mengidentifikasi di mana bottleneck transmisi akan muncul dalam berbagai struktur perdagangan, atau bagaimana interkoneksi regional mengubah bauran pembangkitan berbiaya terendah di seluruh ASEAN.
Head of Market Development TransitionZero, Ajita Mishra, mengatakan bahwa model ASEAN Power Grid (APG) yang tersedia dalam platform ini memberikan cara yang lebih praktis bagi para perencana dan peneliti untuk memahami hubungan antarsistem kelistrikan di Asia Tenggara.
“Dengan mengintegrasikan pembangkitan, transmisi, dispatch, dan aliran perdagangan ke satu lingkungan pemodelan yang terbuka, Scenario Builder membantu pengguna untuk membandingkan berbagai opsi, memahami trade-off yang ada, dan bekerja dari asumsi yang transparan, ” ujar Ajita Mishra.
Ia berharap kemampuan baru tersebut dapat mendorong diskusi yang lebih berbasis data terkait perencanaan energi dan desain pasar listrik di kawasan ASEAN.
TransitionZero Luncurkan Pemodelan Energi Berskala ASEAN di Platform Scenario Builder
