Perkuat Konservasi Biodiversitas Nasional, BRIN Kenalkan Spesies Flora Baru

TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengungkap kekayaan hayati Nusantara melalui kegiatan “BRIN Goes to Stakeholders and Society: Exposing New Species – Flora” yang digelar di Auditorium Gedung BJ Habibie, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan berbagai penemuan spesies flora baru Indonesia sekaligus memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya konservasi biodiversitas nasional.

Sebagai salah satu negara megabiodiversitas dunia, Indonesia memiliki kekayaan flora yang luar biasa. Kepala BRIN, Arif Satria menegaskan bahwa setiap penemuan spesies baru bukan hanya pencapaian akademik, tetapi juga langkah penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup dan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.

“Setiap spesies baru yang ditemukan adalah pengetahuan baru bagi dunia sekaligus pengingat bahwa Indonesia memiliki kekayaan hayati luar biasa yang harus dijaga bersama. Riset biodiversitas menjadi fondasi penting untuk konservasi, pengembangan ilmu pengetahuan, dan masa depan pembangunan berkelanjutan Indonesia,” ujar Arif Satria.

BRIN mencatat, sejak 1967 hingga 2025, para peneliti BRIN bersama mitra nasional maupun internasional telah menemukan sebanyak 1.583 spesies baru. Dari jumlah tersebut, 712 di antaranya merupakan flora. Bahkan, sepanjang 2025 hingga awal 2026, sedikitnya 29 spesies flora baru Indonesia berhasil dideskripsikan secara ilmiah oleh para peneliti BRIN dan kolaboratornya.

Berbagai spesies baru tersebut berasal dari kelompok tumbuhan yang beragam, seperti Rafflesia, Begonia, Homalomena, Rhododendron, Nepenthes, hingga anggrek (Orchidaceae). Penemuan flora tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan semakin memperlihatkan besarnya kekayaan hayati Nusantara yang belum sepenuhnya terungkap.

Tidak mudah menemukan spesies baru. Arif menegaskan bahwa proses penemuan spesies baru membutuhkan kerja ilmiah yang panjang dan kompleks. Mulai dari ekspedisi ke kawasan hutan dan wilayah terpencil, pengumpulan spesimen, analisis morfologi dan molekuler, hingga publikasi di jurnal internasional sebagai pengakuan ilmiah global.

“Penemuan spesies baru tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan dedikasi para peneliti, kerja lapangan yang berat, serta dukungan riset yang berkelanjutan. Karena itu, penguatan kapasitas sains taksonomi dan eksplorasi biodiversitas harus menjadi perhatian bersama,” jelasnya.

Selain memperkenalkan penemuan terbaru, kegiatan “Exposing New Species – Flora” juga menghadirkan berbagai agenda edukatif dan ilmiah. Mulai dari keynote speech, talkshow, pameran spesies flora baru, dokumentasi ekspedisi, herbarium, ilustrasi botani, hingga kegiatan media engagement yang melibatkan akademisi, mahasiswa, komunitas lingkungan, dan masyarakat umum.

Melalui kegiatan ini, BRIN juga ingin memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian, perguruan tinggi, NGO konservasi, kebun raya, dan para pemangku kepentingan lain dalam mendukung konservasi biodiversitas berbasis ilmu pengetahuan.

Menurut Arif, tantangan konservasi biodiversitas saat ini semakin kompleks akibat perubahan penggunaan lahan, perubahan iklim, polusi, spesies invasif, hingga eksploitasi sumber daya alam yang tidak berkelanjutan. Kondisi tersebut menyebabkan banyak spesies terancam punah bahkan sebelum sempat dikenali secara ilmiah.

“Karena itu, riset biodiversitas harus menjadi bagian dari agenda strategis nasional. Kita tidak hanya berbicara tentang konservasi tumbuhan, tetapi juga tentang menjaga sumber pengetahuan, ketahanan ekosistem, dan masa depan generasi mendatang,” tegasnya.

Melalui “Exposing New Species – Flora”, BRIN berharap masyarakat semakin mengenal kekayaan flora Indonesia sekaligus tumbuh kesadaran kolektif untuk melindungi keanekaragaman hayati sebagai aset bangsa yang tak ternilai. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa riset biodiversitas Indonesia terus berkembang dan memberi kontribusi penting bagi ilmu pengetahuan global.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author