Mengintip Beras Hitam dari Lombok Barat
Seiring kesadaran hidup sehat, konsumsi beras hitam terus meningkat. Di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, produksi beras hitam mampu mencapai enam kwintal per 10 are [more…]
Seiring kesadaran hidup sehat, konsumsi beras hitam terus meningkat. Di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, produksi beras hitam mampu mencapai enam kwintal per 10 are [more…]
Jakarta, Technology-Indonesia.com – Kombinasi sistem tanam zig zag dengan pupuk batuan fosfat alam menghasilkan panen jagung 20 ton/hektar, meningkat 3 kali lipat dari hasil rata-rata [more…]
Jakarta, Technology-Indonesia.com – Hasil perhitungan Balai Penelitian Tanah menyebutkan, pertanian di Indonesia menghasikan sekitar 25,4 juta ton limbah per tahun. Petani biasanya hanya membuang, membiarkan [more…]
Jakarta, Technology-Indonesia.com – Penelitian penyakit hewan berbahaya seperti rabies, antraks, ebola, maupun avian influenza membutuhkan laboratorium dengan tingkat keamanan yang tinggi. Untuk itu, Balai Besar [more…]
Jakarta, Technology-Indonesia.com – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Litbang Pascapanen (BB-Pascapanen) berhasil memproduksi pupuk silika dari sekam padi yang dikenal dengan [more…]
Jakarta, Technology-Indonesia.com – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah menghasilkan banyak invensi yang bernilai kekayaan intelektual. Hingga Maret 2018, melalui Balai Pengelola Alih Teknologi [more…]
Bogor, Technology-Indonesia.com – Permasalahan pengembangan tanaman padi selama ini antara lain keterbatasan tenaga kerja, harga sarana produksi semakin mahal, lahan sawah berkurang, dan ketersediaan air [more…]
Bogor, Technology-Indonesia.com – Salah satu syarat menjadi seorang profesor harus mampu menghasilkan teknologi yang bisa diaplikasikan atau ada indikasi sudah mulai dikembangkan di masyarakat. Syarat [more…]
Profesor Dr Ir Hasil Sembiring, MSc adalah sosok yang sukses di bidang penelitian, juga mantan birokrat. Hasil Sembiring pernah menjabat Dirjen Tanaman Pangan Kementan (2015-2017). [more…]
Bogor : Kementerian Pertanian menambah kembali jumlah profesor riset, menjadi 131 melalui pengukuhan 3 profesor riset baru, yaitu Prof. Dr. Ir. Sahardi Mulia MS dalam [more…]