KKP Lepasliarkan 30 Ekor Hiu Hasil Penangkaran ke Kepulauan Seribu

TechnologyIndonesia.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut Indonesia melalui berbagai program konservasi yang terintegrasi. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pelepasliaran 30 ekor hiu hasil penangkaran ke habitat alaminya di Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Seribu Selatan.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan baru-baru ini, KKP melepasliarkan 25 ekor Hiu Bambu (Chiloscyllium punctatum) hasil captive breeding atau pengembangbiakan di penangkaran. Selain itu, sebanyak lima ekor Hiu Karang Sirip Hitam (Carcharhinus melanopterus) juga dilepaskan kembali ke perairan alami Kepulauan Seribu Selatan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi konservasi yang mencakup pengembangbiakan, rehabilitasi, konservasi ex-situ, hingga pelepasliaran spesies ke habitat aslinya. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat populasi ikan dan biota perairan yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik KKP, Sarmintohadi, menegaskan bahwa pengembangbiakan dan pelepasliaran merupakan instrumen penting dalam mendukung pemulihan populasi spesies di alam.

“Konservasi tidak hanya dilakukan melalui perlindungan habitat di alam, tetapi juga melalui upaya rehabilitasi, pengembangbiakan, penelitian, dan edukasi yang mampu mendukung pemulihan populasi spesies sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keanekaragaman hayati perairan,” ujarnya melalui siaran resmi di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Kenalkan Pot-bellied Seahorse ke publik

Selain pelepasliaran, KKP juga mendorong pengembangan konservasi ex-situ sebagai sarana penelitian, edukasi, dan penyelamatan spesies. Salah satunya melalui pengenalan Pot-bellied Seahorse yang berasal dari hibah YO-GYO Aquarium Jepang kepada BXSea sebagai pemegang Surat Izin Pemanfaatan Jenis Ikan (SIPJI) Aquaria.

Kehadiran spesies tersebut diharapkan dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan spesies laut dan pengelolaan biota perairan secara bertanggung jawab.

Untuk memperkuat implementasi program konservasi, KKP menjalin kolaborasi dengan BXSea Oceanarium dalam pengembangan konservasi ex-situ, rehabilitasi biota perairan, restocking jenis ikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendataan spesies, serta edukasi publik mengenai konservasi laut.

Direktur PT Jaya Real Property Tbk, Tina Santosa Hadisumarto, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran BXSea sebagai sarana edukasi konservasi yang mendekatkan masyarakat dengan berbagai spesies perairan serta menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian biota akuatik Indonesia.

Melalui berbagai program konservasi tersebut, KKP terus memperkuat perlindungan spesies ikan dan biota perairan sebagai bagian dari implementasi kebijakan ekonomi biru yang diusung Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Kebijakan ini menempatkan kesehatan ekosistem laut sebagai fondasi pembangunan kelautan dan perikanan berkelanjutan, sehingga keberadaan spesies dan sumber daya perairan dapat terus terjaga serta memberikan manfaat bagi generasi kini dan mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *