![]()
TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menghadirkan inovasi di bidang energi terbarukan dengan mengembangkan material komposit NiFe-LDH/Ag₃PO₄ yang mampu meningkatkan produksi hidrogen dan oksigen melalui proses pemisahan air (water splitting). Teknologi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia.
Kebutuhan energi global yang terus meningkat mendorong para peneliti untuk mencari sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Dalam konteks tersebut, hidrogen dinilai sebagai salah satu energi masa depan karena tidak menghasilkan emisi karbon saat digunakan dan memiliki potensi besar untuk mendukung dekarbonisasi berbagai sektor industri.
Peneliti pascadoktoral Pusat Riset Katalisis BRIN, Yusuf Mathiinul Hakim, menjelaskan hidrogen merupakan salah satu sumber energi bersih yang berperan penting dalam mendukung transisi menuju energi berkelanjutan.
Menurut Yusuf, material NiFe-LDH telah banyak dikembangkan sebagai katalis berbasis logam transisi karena memiliki biaya produksi relatif rendah dan aktivitas elektrokimia yang baik. Namun, keterbatasan konduktivitas masih menjadi tantangan dalam meningkatkan performa material tersebut pada reaksi evolusi hidrogen.
Untuk mengatasi masalah tersebut, ia dan tim mengembangkan komposit berbasis heterostruktur dengan mengkombinasikan NiFe-LDH dan Ag₃PO₄ yang digunakan sebagai semikonduktor pendukung.
“Pendekatan ini diharapkan mampu memodulasi struktur elektronik serta memperkuat interaksi antarfasa pada komposit dengan menggunakan X-ray Diffraction (XRD) dan Raman Spectroscopy,” kata Yusuf, dalam webinar Wednesday Insight & Sciences Exchange (WISE), Jumat (12/6/2026).
Penelitian ini berfokus pada sintesis komposit heterostruktur NiFe-LDH/Ag₃PO₄ sebagai material elektrokatalis karena bersifat ramah lingkungan, berbiaya relatif rendah, serta memiliki aktivitas permukaan yang baik.
Dari sisi performa elektrokimia, komposit NiFe-LDH/Ag₃PO₄ memiliki nilai electrochemical surface area (ECSA) yang jauh lebih tinggi dibandingkan material penyusunnya. Pada pengujian Linear Sweep Voltammetry (LSV), komposit NiFe/AP memiliki overpotential terendah sebesar 156,6 mV, lebih rendah dibandingkan NiFe murni maupun Ag₃PO₄ tunggal.
“Peningkatan ECSA ini menunjukkan pembentukan heterostruktur mampu menyediakan lebih banyak situs aktif untuk reaksi,” tambahnya.
Temuan tersebut membuktikan bahwa rekayasa heterostruktur NiFe-LDH/Ag₃PO₄ efektif dalam meningkatkan aktivitas elektrokatalitik untuk proses water splitting. Dengan performa yang lebih baik dan biaya yang relatif rendah, material ini berpotensi menjadi kandidat material dalam pengembangan teknologi produksi hidrogen hijau di masa depan. (Sumber: brin.go.id)

