BRIN Dorong Pembangunan Bandara Antariksa Nasional

TechnologyIndonesia.id – Di era modern ini teknologi kedirgantaraan memegang peran strategis, mulai dari pemantauan lingkungan, mitigasi bencana, komunikasi nasional, navigasi, hingga pengelolaan sumber daya alam.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyampaikan hal tersebut dalam penganugerahan talenta unggul Nurtanio Award dan Nurtanio Pringgoadisuryo Memorial Lecture 2025 di Gedung B.J. Habibie, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).

Nurtanio Award 2025 dianugerahkan kepada Dr.-Ing. Ir. Wahyudi Hasbi, S.Si., M.Kom. Ia dikenal sebagai tokoh kunci di balik keberhasilan satelit LAPAN-A1/TUBSAT, LAPAN-A2, LAPAN-A3, serta mentor pengembangan satelit nano generasi muda Indonesia.

Orasi ilmiah Nurtanio Pringgoadisuryo Memorial Lecture 2025 disampaikan Prof. Premana Wardayanti Premadi, Ph.D., profesor astrofisika dan kosmologi ITB dengan judul “Peran Sains dan Teknologi Antariksa dalam Upaya Memahami Diri dan Semesta” yang berhasil menginspirasi ratusan hadirin tentang masa depan eksplorasi antariksa Indonesia.

Arif mengungkapkan berkat inovasi dan kerja keras Wahyudi Hasbi bersama timnya, Indonesia kini semakin mandiri dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi satelit secara efektif dan berkelanjutan untuk kepentingan masyarakat luas.

Sementara itu, Sains antariksa yang dikembangkan Premana Wardayanti Premadi telah membuka cakrawala baru dalam riset atmosfer atas, dinamika antariksa, tata surya, galaksi, hingga teknologi wahana antariksa, sekaligus meningkatkan kapasitas ilmu dasar nasional dan kontribusi Indonesia di komunitas ilmiah internasional.

Premana merupakan astronom perempuan pertama Indonesia yang meraih gelar doktor di bidang astrofisika, dan namanya diabadikan oleh International Astronomical Union sebagai asteroid utama 12937 Premadi.

Pengembangan Keantariksaan Nasional

Kepala BRIN kembali menegaskan komitmen besar dalam pengembangan keantariksaan nasional. Indonesia tidak boleh lagi bergantung pada negara lain dalam peluncuran satelit.

Saat ini, Indonesia memiliki banyak fasilitas kelas dunia yang terus dikembangkan BRIN untuk mendukung riset kedirgantaraan dan keantariksaan. Salah satunya Observatorium Nasional Gunung Timau di Nusa Tenggara Timur yang kini menjadi observatorium terbesar di Asia Tenggara.

“Fasilitas ini terbuka luas untuk pendidikan astronomi, penelitian sains antariksa, hingga kolaborasi tingkat global. Semua infrastruktur BRIN kami sediakan bagi periset BRIN, perguruan tinggi, industri, dan seluruh komunitas iptek nasional,” ujar Arif Satria.

Ia juga menyampaikan visi besar pembangunan bandara antariksa nasional yang kini telah memasuki tahap krusial.

“Terkait dengan kebijakan keantariksaan, kami sudah menyampaikan kepada Bapak Presiden terkait persiapan pembuatan bandara antariksa. Naskah akademis sudah disusun, kajiannya, dan saat ini kami menunggu penetapan lokasi secara resmi,” ujar Arif Satria.

“Kami akan mengajukan ini menjadi Proyek Strategis Nasional agar bandara antariksa segera terwujud. Jika bandara antariksa ini bisa diwujudkan, tentu ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi keantariksaan Indonesia. Kalau India saja punya, maka seharusnya Indonesia juga harus punya. Memang belum banyak negara berkembang yang memiliki bandara antariksa,” imbuhnya.

Arif Satria menyampaikan bahwa BRIN telah siap secara teknologi. BRIN sudah bisa membuat satelit, termasuk Satelit NEO-1 yang akan diluncurkan tahun depan.

“Jika sudah memiliki bandara antariksa sendiri, khususnya yang diharapkan berlokasi di Biak, maka kita tidak perlu lagi tergantung pada negara lain. Ini akan sangat membanggakan bagi bangsa Indonesia,” pungkasnya. (Sumber: brin.go.id)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author