Bidik Nobel Prize, BRIN Siapkan Talenta Riset dari Sekolah hingga Panggung Dunia

TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat upaya melahirkan talenta unggul di bidang riset dan inovasi. Melalui berbagai program strategis dan ekosistem riset yang terintegrasi, BRIN menargetkan lahirnya ilmuwan Indonesia yang mampu meraih pengakuan global, termasuk Nobel Prize di masa depan.

Sumber daya manusia (SDM) memegang peran yang sangat krusial sebagai penentu kemajuan dan kemandirian bangsa. SDM bertalenta unggul di kancah global menjadi cerminan daya saing suatu bangsa di berbagai bidang, termasuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, riset, dan inovasi.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Arif Satria, menegaskan bahwa BRIN berkomitmen menjadi rumah besar bagi talenta riset Indonesia.
 
“Dengan dukungan infrastruktur riset yang modern, program pembinaan berjenjang, serta kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara, kita membuka jalan bagi generasi muda untuk berani bermimpi besar,” kata Arif Satria dalam Open Talk BRIN Goes to Global Recognition and Nobel Prize di Jakarta pada Senin (20/4/2026).
 
Ekosistem riset dan inovasi terus diperkuat, dengan memprioritaskan keterbukaan akses pada beragam skema manajemen talenta nasional yang digagas BRIN, terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“BRIN hadir untuk memastikan bahwa setiap individu yang memiliki potensi dan talenta sebagai periset unggul mendapatkan kesempatan untuk berkembang hingga ke level global,” tambah Arif.

Dukungan Pendanaan Riset

Pada kesempatan tersebut, Arif menyoroti dukungan pendanaan riset melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ekosistem riset nasional.

Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto, menjelaskan bahwa LPDP saat ini mengelola 4 dana abadi bidang pendidikan, yakni dana abadi pendidikan untuk beasiswa, dana abadi penelitian, dana abadi kebudayaan, serta dana abadi perguruan tinggi.

Ayom menggarisbawahi peran pendanaan menjadi krusial dalam pengembangan riset yang bersifat jangka panjang. LPDP sebagai pengelola dana abadi memiliki fungsi sebagai fasilitator pendanaan yang mendorong percepatan pengembangan riset secara berkelanjutan.

“Kami berharap karena fungsi kami sebagai fasilitasi pendanaan, jadi memberi katalis untuk percepatan pengembangan,” katanya.

Menurutnya, keberlanjutan menjadi kunci dalam penguatan ekosistem riset, seiring dukungan dana abadi penelitian yang terus tersedia untuk mendanai berbagai program pengembangan talenta dan riset.

Dengan dukungan pendanaan tersebut, LPDP turut mendorong pengembangan talenta riset sejak dini hingga mampu bersaing di tingkat global. “Dari SMA, S1, S2 maupun menuju ke riset yang menuju global, kita akan siapkan dananya baik untuk apresiasi maupun untuk risetnya,” katanya.

Akses Luas untuk Generasi Muda

Sejak berdiri pada 2021, BRIN terus membangun ekosistem riset yang inklusif dan terbuka. Salah satu langkah strategisnya adalah memberikan akses luas kepada generasi muda untuk terlibat dalam dunia riset.

Melalui ajang Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair), pelajar dan mahasiswa didorong untuk mengembangkan ide inovatif dan berkompetisi di tingkat nasional. Ajang ini menjadi pintu masuk bagi munculnya bibit-bibit peneliti muda potensial.

Tak hanya berhenti di kompetisi, BRIN juga menyediakan berbagai program lanjutan untuk mengasah kemampuan riset. Mulai dari program magang riset mahasiswa, research assistant, degree by research, hingga postdoctoral, semuanya dirancang untuk mencetak peneliti unggul di berbagai disiplin ilmu.

Kemampuan berkolaborasi riset di level global juga menjadi fokus BRIN dalam memberikan akses penguatan talenta unggul nasional. Joint research visit merupakan program utama BRIN untuk menguatkan kapasitas periset sehingga mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari berbagai negara.
 
Sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi di bidang riset dan inovasi, BRIN menghadirkan berbagai penghargaan nasional bergengsi, diantaranya Indonesia Innovator Award, Sarwono Award, Habibie Prize, Nurtanio Award, dan Siwabessy Award. Kelima apresiasi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju Nobel Prize sebagai wujud pengakuan talenta unggul dunia.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author