TechnologyIndonesia.id – Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT Pindad (Persero) pada Kamis (4/1/2025) sebagai bentuk dukungan nyata terhadap percepatan penguatan industri pertahanan nasional. Kunjungan ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, sekaligus Ketua Tim Kunjungan Kerja.
Rombongan Komisi VII diterima langsung oleh Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, bersama jajaran Direksi serta VP/GM. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Junadi Marki, serta Direktur Utama Holding DEFEND ID, Joga Dharma Setiawan.
Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa dalam sambutannya menyatakan komitmen PT Pindad menyediakan kebutuhan militer indonesia untuk berperan aktif dalam mewujudkan kemandirian pertahanan sebagai pilar utama keamanan negara dan telah resmi tercatat sebagai Komponen Pendukung pertahanan.
“PT Pindad dalam hal ini memposisikan diri bukan hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai ekosistem pertahanan yang berkomitmen mewujudkan kemandirian industri pertahanan melalui pengembangan kapabilitas dan teknologi,” ujar Sigit.
Ia menjelaskan, PT Pindad saat ini mendukung berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagai upaya memperkuat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) melalui transfer of technology dan transfer of manufacturing yang melibatkan di setiap proses produksi.
“Harapannya, kunjungan ini dapat memberikan gambaran nyata mengenai potensi dan tantangan serta dapat memberikan solusi atas hambatan yang dihadapi untuk mendorong industri pertahanan yang lebih kuat dan tangguh,” imbuhnya.
Ketua Tim kunjungan kerja spesifik Komisi VII, Evita Nursanty menyampaikan bahwa kunjungan kerja spesifik ke PT Pindad merupakan wujud nyata dukungan terhadap percepatan penguatan industri pertahanan nasional yang sedang dibangun bersama.
“Sebagai Panja (Panitia Kerja) Daya Saing Komisi VII, kami mendatangi industri-industri guna mendapatkan penjelasan soal hambatan yang nantinya akan menjadi rekomendasi untuk tujuan yang lebih baik, yaitu kerja sama memperkokoh kekuatan industri pertahanan,” tutur Evita.
Menurutnya, hambatan yang akan ditemukan tidak bisa diselesaikan oleh satu kementerian, namun memerlukan sinergi lintas Kementerian/Lembaga. Karena itu, pembahasan akan fokus pada isu-isu strategis serta posisi PT Pindad dalam agenda nasional untuk kemandirian alutsista tahun 2029.
“Kami melihat potensi PT Pindad sebagai tulang punggung khususnya di matra darat yang sudah berhasil memperkuat posisi Indonesia di pasar global melalui ekspor, diharapkan kedepannya bisa lebih berkembang dan kemandirian industri pertahanan bisa tercapai,” Jelas Evita.
Sementara itu, Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin Junadi Marki dalam paparannya menyampaikan bahwa Indonesia berada di posisi ke 13 Top Manufacturing Countries by Value Added Dunia pada 2024. Untuk Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi pertama.
“Peran Kemenperin dalam pengembangan Industri Pertahanan yaitu melakukan pemetaan sumber daya industri, melakukan penguatan kapasitas industri, melakukan penguatan rantai pasok industri serta mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri,” ujar Junadi.
Direktur Utama Holding DEFEND ID, Joga Dharma Setiawan menilai kunjungan Komisi VII DPR RI sebagai momentum penting untuk melihat transformasi yang tengah dijalankan PT Pindad sejalan dengan arah kebijakan holding industri pertahanan.
Joga mengatakan bahwa keberhasilan industri pertahanan bisa tercapai dengan penguatan sinergi antara pemerintah, DPR, dan pelaku Industri. “PT Pindad memegang peranan fundamental dalam ekosistem untuk menopang kebutuhan pertahanan, khususnya pada pengembangan alutsista darat dan industri hulu,” tuturnya.
Menurut Joga, berbagai program strategis mulai dari pengembangan industri hingga peningkatan TKDN, memerlukan arahan dan dukungan baik penguatan kapasitas riset, kemudahan regulasi, serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri guna mempercepat kemandirian sistem pertahanan Indonesia.
“Maka, diperlukan penguatan sinergitas dalam ekosistem ini untuk bersama-sama memastikan masa depan pertahanan Indonesia yang semakin mandiri,” ungkap Joga.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan, sesi diskusi dan tanya jawab. Komisi VII DPR RI melanjutkan kegiatan dengan meninjau ke fasilitas produksi dan menjajal produk unggulan PT Pindad.
Percepat Penguatan Industri Pertahanan, Komisi VII DPR RI Kunjungi PT Pindad
