Dari Pascapanen hingga Produk Pangan, PRTPP BRIN Hasilkan 200 Lebih Paten Selama 4 Tahun

TechnologyIndonesia.id – Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat capaian signifikan dalam pengembangan riset pangan nasional. Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, PRTPP berhasil menghasilkan lebih dari 200 paten, hampir 1.000 publikasi internasional, serta sejumlah inovasi yang telah dilisensikan ke industri.

Capaian tersebut dipaparkan Kepala PRTPP BRIN, Satriyo Krido Wahono, saat kunjungan kerja dan temu sivitas di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Umar Anggara Jenie, Gunungkidul, bersama Kepala BRIN Arif Satria dan Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian, Jumat (2/1/2026).

Menurut Satriyo, riset yang dikembangkan PRTPP berfokus pada sektor off-farm, mulai dari proses pascapanen hingga menjadi produk pangan siap konsumsi. Fokus riset meliputi diversifikasi produk, pangan fungsional, keamanan pangan, halal, teknologi pengawetan, hingga pengemasan.

“Kami mengembangkan riset dari proses pascapanen hingga menjadi produk, termasuk aspek keamanan pangan dan halal. Saat ini terdapat 146 periset aktif yang terbagi dalam 18 kelompok riset,” jelas Satriyo.

Selain menghasilkan paten dan publikasi, periset di PRTPP BRIN berkontribusi dalam kegiatan pendampingan BRIN seperti FIAR, PPBR, PUMI dan PKPRIM. Khususnya kegiatan PUMI (pendampingan UMKM) dan PKPRIM (bimbingan teknis ke masyarakat) periset PRTPP BRIN berkontribusi dalam lebih dari 50% kegiatannya.

Aspirasi Periset

Dalam sesi diskusi, sejumlah periset PRTPP menyampaikan aspirasi terkait penguatan fasilitas riset dan pengembangan teknologi strategis pangan masa depan.

Periset PRTPP Asep Nurhikmat menyoroti pentingnya dukungan sarana produksi untuk pengembangan pangan siaga dan pangan militer. “Kami ingin mendorong kembali pengembangan pangan siaga agar BRIN siap merespons kondisi darurat dengan produk yang terjangkau dan siap digunakan,” ungkap Asep.

Sementara itu, periset PRTPP Ema Damayanti menekankan perlunya penataan infrastruktur laboratorium, khususnya untuk mendukung riset mikrobiologi dan bioteknologi pangan.

“Keterbatasan ruang dan pemisahan alat laboratorium memengaruhi efektivitas riset. Kami berharap ada penataan kembali agar riset berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Periset PRTPP lainnya, Nur Alim Bahmid menilai penguatan fasilitas analisis dan peralatan riset sangat dibutuhkan untuk mempercepat hilirisasi teknologi kemasan dan pangan masa depan.

“Beberapa analisis seharusnya bisa dilakukan langsung di sini agar hasil riset lebih cepat diproses dan siap dikomersialisasikan, sehingga fungsi BRIN tidak hanya sebagai penghasil teknologi namun juga sebagai penghubung teknologi dengan mitra industri” katanya.

Selain itu, periset PRTPP Bakti Berlyanto Sedayu menyoroti tingginya kebutuhan industri terhadap teknologi perpanjangan masa simpan pangan.

“Sebagian besar permintaan dari industri adalah teknologi untuk memperpanjang umur simpan produk. Ini peluang besar bagi riset pangan BRIN untuk menghasilkan teknologi siap guna,” ujarnya.

Tinjau Sejumlah Fasilitas

Mengakhiri rangkaian kegiatan, Kepala BRIN bersama jajaran manajemen meninjau sejumlah fasilitas laboratorium di KST Umar Anggara Jenie, mulai dari Laboratorium Kimia Terpadu, Laboratorium Multiproses Pangan, Laboratorium Mikrobiologi dan Biomolekuler Pangan, Laboratorium Proses Non-Halal, hingga workshop riset teknologi pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Arif Satria berdialog langsung dengan periset dan pengelola laboratorium untuk memastikan kesiapan infrastruktur riset sekaligus menyerap masukan terkait kebutuhan penguatan fasilitas.

“Fasilitas laboratorium ini adalah fondasi hilirisasi riset pangan BRIN. Kita ingin memastikan inovasi yang lahir dari Gunungkidul benar-benar siap diterapkan dan dimanfaatkan masyarakat,” tegas Arif.

“Saya melihat ada banyak pertanyaan kebutuhan teknologi Indonesia dalam bidang pangan saya temukan dan akan mampu dijawab dengan adanya fasilitas dan periset dari Kawasan gunungkidul ini,” pungkasnya. (Sumber: brin.go.id)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author