KKP Pastikan Partisipasi Nelayan Dalam Penataan Kawasan Pesisir Marunda

TechnologyIndonesia.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan masyarakat nelayan akan menjadi bagian penting dalam proses penataan dan pengembangan kawasan pesisir Marunda, Jakarta Utara. Keterlibatan aktif nelayan dinilai menjadi kunci agar pembangunan kawasan dapat berjalan berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan KKP terhadap rencana pembangunan kawasan waterfront city di Marunda. Program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Direktur Pemanfaatan Ruang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Permana Yudiarso menjelaskan penataan kawasan pesisir harus menempatkan nelayan sebagai subyek utama pembangunan. Hal ini penting untuk memastikan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat pesisir, meningkatkan rasa kepemilikan, serta memperkuat keberlanjutan sosial-ekologis kawasan.
 
Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi Rencana Pengembangan dan Peningkatan Kawasan Marunda baru-baru ini. “Ruang laut dan pesisir perlu dikelola secara adil, berkelanjutan, dan adaptif agar mampu melindungi ekosistem pesisir sekaligus menjamin akses, keselamatan, dan kesejahteraan nelayan dari generasi ke generasi,” ujar Permana dalam siaran resmi di Jakarta, Senin (1/6/2026).
 
Rencana pengembangan kawasan Marunda sesuai dengan arah kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan dalam RPJMN 2025-2045 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir secara berkelanjutan dan meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. 
 
Senada dengan Permana, Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang Pesisir Fajar Kurniawan juga menjelaskan penataan dan pembangunan pesisir yang berkelanjutan hanya dapat terwujud jika seluruh pihak bekerjasama, terjadi komunikasi yang baik, dan keterlibatan aktif masyarakat.
 
“KKP akan mengawal pembangunan pesisir yang inklusif dan memastikan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) yang diberikan dapat meningkatkan nilai manfaat ruang laut, optimasi potensi sumberdaya, dan menyelesaikan persoalan di pesisir,” tegas Fajar.
 
Sementara itu, Plt. Direktur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Isran menegaskan komitmennya agar rencana pengembangan dan peningkatan kapasitas kawasan PT KBN dilaksanakan dengan prinsip keberlanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya masyarakat nelayan di sekitar kawasan.
 
“Kami membuka ruang komunikasi seluas-luasnya, membangun dialog yang terbuka, serta melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembahasan guna mencari solusi terbaik yang saling menguntungkan,” kata Isran. 
 
Sebagai informasi, sosialisasi kepada masyarakat pesisir di Kawasan Marunda merupakan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta, PT. KBN, dan PT. Danareksa. Beberapa guyub nelayan dan masyarakat pesisir akan terlibat melalui pemberdayaan secara partisipatif. 
 
Program terbagi menjadi tiga tahap dilaksanakan selama tujuh tahun meliputi tahap dukungan sarana prasarana, tahap peningkatan kapasitas dan ekonomi berupa pengembangan usaha atau produk alternatif berbasis pesisir, program kemitraan usaha, serta penguatan kelembagaan kelompok nelayan, serta tahap kemitraan usaha berkelanjutan berupa penyediaan infrastruktur pendukung perikanan, program pendidikan, pemberdayaan, dan program rehabilitasi serta pelestarian lingkungan.
 
Perwakilan Asosiasi Masyarakat Nelayan (CIBER) Ajid mengungkapkan sebagai asosiasi masyarakat nelayan, pihaknya hadir sebagai wadah aspirasi sekaligus menjadi penengah dalam komunikasi antara PT. KBN dengan masyarakat nelayan.
 
“Kami mendukung proses pembangunan dan pengembangan kawasan dapat berjalan dengan baik tanpa mengesampingkan kepentingan masyarakat pesisir dan nelayan. Kami berharap, terjalin kemitraan yang terbuka, berkelanjutan, dan saling menguntungkan antara PT. KBN dengan masyarakat nelayan, sehingga setiap aspirasi, masukan, dan kebutuhan masyarakat dapat tersampaikan dan ditindaklanjuti secara bersama,” pungkasnya.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author