Pemasangan SHMS di Jembatan Kereta Api Rangkasbitung untuk Keselamatan Transportasi

Jakarta, Technology-Indonesia.comStructural Health Monitoring System (SHMS) sangat penting bagi sistem transportasi, karena terkait dengan keselamatan transportasi. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengembangkan beberapa versi SHMS dan ada beberapa sistem pembaharuan.

Kepala Pusat Riset Teknologi Transportasi – OREM BRIN, Aam Muharam menyampaikan hal tersebut saat membuka diskusi bertema “Komisioning Structural Health Monitoring System (SHMS) pada Jembatan BH 340 Rangkasbitung,” di Gedung Teknologi 2 – KST B.J Habibie Serpong (23/5/2023).

“Kegiatan ini dilakukan dalam rangka persiapan implementasi dari sistem rancang SHMS hingga sistem informasi yang akan disampaikan dalam sistem data tersebut yang tentunya akan diperlukan oleh mitra terkait,” tutur Aam Muharam.

“Dengan sistem yang telah dibuat besar harapan kami akan memberikan manfaat bagi semua mitra terkait dan akan berjalan dalam jangka waktu panjang,” imbuhnya.

Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur, Haznan Abimanyu dalam sambutannya mengatakan bahwa jalur kereta di Indonesia merupakan yang tertua kedua di Asia, setelah India.

“Sebagian besar jembatan kereta api yang ada konstruksinya masih merupakan peninggalan kolonial Belanda sehingga usianya sudah sangat tua dan perlu perhatian khusus,” ungkap Haznan.

Riset mengenai konstruksi sudah dimulai sejak 2020. Untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi pada jembatan kereta api Lampung, dilakukan riset lanjutan perbedaannya terletak pada sensor tegangan getaran dan lendutan.

“Hasil sampling data ditransmisikan secara wireless ke sample BRIN sehingga kita bisa melihat kondisi struktur jembatan, SHMS merupakan riset aplikasi dan sarana peringatan dini untuk mendeteksi jika terdapat kerusakan agar dapat diambil tindak lanjutnya,” jelas Haznan

Ketua Periset Komisioning SHMS pada Jembatan BH 340 Rangkasbitung Wimpie Agoeng Noegroho Aspar menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk mendukung pemeliharaan infrastruktur perkeretaapian yang bersifat terus menerus khususnya struktur jembatan sehingga diperoleh skala keamanan jembatan.

Ia menambahkan akan dipasang sensor di tempat yang posisinya sangat stabil untuk hal tersebut di mana sensor akan disebar di sepuluh titik.

“Semua sensor yang digunakan diperiksa terlebih dahulu agar fungsinya sesuai dengan yang diharapkan melalui uji terlebih dahulu. Semua listrik yang digunakan menggunakan solar panel, sepuluh berada diatas jembatan dan satu berada di atas rumah jaga,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Executive Vice President Daerah Operasi 1 Jakarta Iwan Eka Putra menuturkan jika rencana pemasangan SHMS pada Jembatan BH 340 Rangkasbitung sudah dimulai pada awal bulan Maret 2023 dengan perizinan dari Kantor Pusat PT. KAI di Bandung yang dapat menjadi sarana pendukung keselamatan melalui DAOP 1 Jakarta.

“Instrumen ini sangat penting sebagai sistem peringatan dini sehingga perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut. SHMS Jembatan BH 340 Rangkasbitung perlu pemeliharaan oleh stakeholders dan tidak menutup kemungkinan untuk kolaborasi dengan perguruan tinggi serta pihak swasta sehingga dapat lebih intensif dan berkembang. Semoga sistem ini dapat dimanfaatkan secara luas,” ujar Iwan.

Diharapkan kerjasama ini dapat terus berlangsung serta perlu pengembangan lebih lanjut, pembinaan dari stakeholders sehingga dapat dikoordinasikan dengan perguruan tinggi juga pihak swasta sehingga kegiatan ini lebih intensif dan berkesinambungan.

Sebagai informasi acara ini juga mengundang pakar-pakar terkait dari PT KAI, KNKT Kemenhub, MASKA, Daun Biru Engineering, PT. WIKA Beton, Kementerian PUPR, Universitas Mercu Buana, ITS, ITERA dan UI (Sumber brin.go.id)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014).
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author