Jakarta, Technology-Indonesia.com – Magelang merupakan daerah yang sering ditemukan penyakit tungro pada pertanaman padi sehingga menjadi salah satu daerah endemis di Jawa Tengah. Hal itu mendorong Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Loka Penelitian Penyakit Tungro (Lolit Tungro) mengenalkan varietas padi tahan tungro Inpari 37 Lanrang.
Varietas Inpari 37 Lanrang rakitan Balitbangtan ini ditanam pada lahan seluas 5 hektare (ha) di Dusun Blangkunan, Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pada Rabu (13/10/2021) telah diselenggarakan panen bersama varietas padi tersebut sekaligus sosialisasi dan temu lapang pada kegiatan demplot varietas padi tahan tungro.
Hasil ubinan yang dilakukan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Magelang, Inpari 37 Lanrang menghasilkan 9,17 ton dalam satu hektare. Hasil tersebut dapat dikategorikan sangat memuaskan.
Kepala Lolit Tungro Sumarni Panikkai mengatakan bahwa ke depan Loka Penelitian Penyakit Tungro akan bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah untuk pengembangan benih varietas Inpari 37 Lanrang.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Romza Ernawan menuturkan bahwa padi varietas Inpari 37 Lanrang bisa menjadi solusi terhadap permasalahan penyakit tungro di Kabupaten Magelang dalam rangka menjaga ketersedian pangan.
“Hasil panen padi inpari 37 di Dusun Blangkunan bisa dikembangkan menjadi benih, jangan sampai habis hanya untuk konsumsi,” imbuh Romza.
Kegiatan panen ini juga dihadiri Kepala BPTP Jawa Tengah, Danramil Kec. Mungkid, Kapolsek Kec. Mungkid, Kepala BPP Kec. Mungkid, Camat Mungkid, serta para anggota kelompok tani terlibat dalam kegiatan demplot tersebut.
Rangkaian acara panen bersama dilanjutkan dengan sosalisasi dan temu lapang yang mengusung tema Teknologi Padi Tahan Tungro. Dalam kegiatan tersebut disampaikan dua materi, yakni: Hubungan Segi-tiga (Tritropik): Padi, Wereng hijau, dan virus tungro untuk memahami teknologi pengendaliannya dan Varietas-varietas padi tahan tungro.
Antusiasme para peserta dalam acara sosialisasi dan temu lapang terlihat pada panel tanya jawab dan diskusi yang membahas mengenai permasalahan yang dihadapi para petani di Kec. Mungkid. Hasil produksi padi yang maksimal merupakan upaya meningkatkan perekonomian petani di daerah tersebut.
Inpari 37 Lanrang yang dilepas Balitbangatan pada 2015 berasal dari persilangan CT9162-12/Seratus Hari T36//Memberamo/Cibodas///IR66160-121-4-5-3/Memberamo. Inpari Taro 37 tergolong padi cere, dengan mempunyai potensi hasil 9,1 ton/ha GKG dan rata-rata hasil 6,3 ton/ha.
Varietas ini memiliki umur tanaman ± 114 hari setelah sebar. Inpari 37 Lanrang cocok ditanam di ekosistem sawah irigasi dataran rendah sampai ketinggian < 600 meter di atas permukaan laut (dpl). Tekstur nasi yang dihasilkan juga pulen dengan kadar amilosa ± 21,4.
Inpari 37 Lanrang agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1 dan 2, serta rentan terhadap wereng batang biotipe 3. Terkait ketahanan terhadap penyakit, varietas ini agak tahan hawar daun bakteri strain III dan IV, agak rentan hawar daun bakteri strain VIII, tahan terhadap tungro varian 073, tahan penyakit blas ras 133 dan ras 173, dan agak tahan blas ras 073 dan ras 033
Selain Inpari 37 Lanrang, Balitbangtan juga melepas varietas tahan tungro Inpari 36 Lanrang yang mempunyai potensi hasil 10 ton/ha GKG dengan rata-rata hasil kurang lebih 6,7 ton/ha GKG dan bertekstur nasi pulen. Varietas unggul ini cocok ditanam di sawah irigasi sampai ketinggian kurang 600 meter di atas permukaan laut (dpl). (Sumber Lolit Tungro)
