Percepat Pemulihan Pascabencana, BRIN Kembangkan Peredam Gempa Cerdas

TechnologyIndonesia.id – Indonesia sebagai negara yang berada di jalur cincin api Pasifik memiliki risiko gempa bumi yang sangat tinggi. Kondisi ini membuat kebutuhan akan teknologi bangunan tahan gempa semakin mendesak, tidak hanya untuk melindungi struktur bangunan, tetapi juga menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan setelah bencana.

Menjawab tantangan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi peredam gempa cerdas (smart damper) berbasis shape memory steel. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan struktur bangunan sekaligus mempercepat proses pemulihan pascagempa.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Metalurgi BRIN, Efendi menjelaskan bahwa gempa bumi merupakan salah satu bencana paling sulit diprediksi dan kerap menyebabkan kerusakan besar, baik pada infrastruktur maupun kehidupan sosial-ekonomi masyarakat.

“Gempa bisa terjadi tanpa peringatan dan berdampak pada kerusakan permanen struktur. Hal ini sering kali membutuhkan biaya perbaikan besar dan waktu pemulihan yang tidak singkat,” ujar Efendi dikutip dari laman brin.go.id pada Sabtu (8/5/2026).

Selama ini, penggunaan damper gempa konvensional telah membantu meredam energi getaran. Namun, teknologi tersebut masih memiliki keterbatasan karena mengandalkan deformasi plastis yang bersifat permanen. Akibatnya, performa damper menurun setelah digunakan dan memerlukan penggantian.

Damper gempa berbasis shape memory steel yang dikembangkan BRIN menghadirkan mekanisme kerja yang lebih adaptif. Teknologi ini mengombinasikan kemampuan disipasi energi dengan efek self-centering, sehingga tidak hanya meredam guncangan, tetapi juga memungkinkan struktur kembali ke posisi semula setelah gempa.

“Ketika gempa terjadi, energi diserap melalui deformasi material. Namun, keunggulan utamanya adalah kemampuan material untuk kembali ke bentuk awalnya. Hal ini dimungkinkan oleh struktur mikro yang mampu mengalami transformasi fasa secara reversibel,” jelas Efendi.

Dengan kemampuan tersebut, bangunan dapat tetap berada dalam kondisi fungsional setelah gempa atau dikenal sebagai post-earthquake functionality. Konsep ini meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan mempercepat proses pemulihan.

Damper ini juga dirancang mampu bekerja secara berulang tanpa mengalami penurunan performa signifikan. Hal ini memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi jangka panjang, karena mengurangi kebutuhan perawatan maupun penggantian komponen.

Prototipe damper gempa cerdas ini telah berhasil dikembangkan dan diuji di laboratorium. Ke depan, BRIN mendorong pengembangan lebih lanjut agar teknologi ini dapat diterapkan secara luas pada berbagai infrastruktur, mulai dari bangunan gedung hingga jembatan.

Menurut Efendi, inovasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan infrastruktur nasional terhadap bencana.

“Dengan teknologi yang tepat, kita tidak hanya melindungi bangunan, tetapi juga mempercepat pemulihan, mengurangi kerugian ekonomi, dan yang terpenting, menyelamatkan lebih banyak nyawa,” pungkasnya. (Sumber: brin.go.id)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author