BNPB Percepat Pembangunan Huntara untuk Warga Terdampak Bencana di Kecamatan Palembayan

TechnologyIndonesia.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan, lokasi huntara yang telah siap dibangun berada di tiga titik di Kecamatan Palembayan. Lokasi utama berada di Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia Timur.

Di lokasi ini, huntara direncanakan dibangun di atas lahan berukuran 5.632 meter persegi, dengan konsep huntara tipe barak. Setiap unit hunian berukuran 33 meter persegi, dengan total 117 unit hunian yang terdiri atas 21 unit barak tipe 5 hunian dan 3 unit barak tipe 4 hunian.

“Kawasan ini juga dilengkapi dengan 1 unit pos jaga dan 1 unit fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendukung kebutuhan dasar warga terdampak,” ujar Abdul Muhari melalui siaran pers pada Rabu (17/12/2025).

Namun demikian, jumlah unit huntara di lokasi utama tersebut belum mencukupi. Karena itu, telah disiapkan dua lokasi tambahan di Kecamatan Palembayan yang terletak di Lapangan Bola Padang Sibabaju, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia Timur, serta Lapangan Bola Jajaran Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang.

Pelaksanaan pembangunan huntara ini dilaksanakan dan berada di bawah komando Dandim 0304/Agam, dengan dukungan lintas sektor. BNPB menargetkan huntara ini sudah dapat dihuni sebelum 2 Januari 2026, sehingga warga pengungsi yang saat ini menempati Gedung SDN 05 Kayu Pasak dapat segera dipindahkan.

“Langkah ini penting mengingat kegiatan belajar mengajar akan kembali dimulai pada 5 Januari 2026, bertepatan dengan awal semester genap tahun ajaran 2025/2026,” tutur Abdul Muhari.

BNPB bersama pemerintah daerah terus memastikan pembangunan huntara ini berjalan sesuai rencana, serta memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak bencana.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author