Pemenang Huawei ICT Competition APAC 2026 Diumumkan, 16 Tim Melaju ke Final Global

TechnologyIndonesia.id – Puncak gelaran Huawei ICT Competition APAC ke-10 sukses digelar di Sekretariat ASEAN, Jakarta. Kompetisi di bidang teknologi informasi dan komunikasi (ICT) ini diikuti ribuan mahasiswa terbaik dari berbagai negara.
 
Ajang tahunan yang digelar Huawei bersama ASEAN Foundation ini menjadi salah satu kompetisi teknologi terbesar di kawasan. Tahun ini, lebih dari 8.600 mahasiswa dari 14 negara dan wilayah berpartisipasi dalam berbagai kategori, mulai dari Practice Competition yang mencakup Cloud Track, Network Track, dan Computing Track, hingga Innovation Competition.

Setelah melalui serangkaian seleksi ketat, lebih dari 160 mahasiswa dari 13 negara dan wilayah berhasil melaju ke babak final tingkat Asia Pasifik (APAC).

Acara bergengsi ini dihadiri sejumlah tokoh penting regional, termasuk Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn yang menegaskan pentingnya pengembangan generasi muda sebagai penggerak inovasi kawasan.

”Pengembangan talenta muda merupakan sumber kreativitas, inovasi, dan semangat kewirausahaan di kawasan. Sejalan dengan ASEAN Digital Masterplan 2030, talenta digital menjadi denyut utama dalam mewujudkan visi transformasi digital ASEAN,” tegasnya.

Para Juara Huawei ICT Competition APAC 2026

Pada kesempatan tersebut, Huawei mengumumkan para pemenang kompetisi. Tim dari National University of Singapore berhasil meraih Grand Prize pada kategori Innovation Competition berkat inovasi yang dinilai memiliki nilai komersial sekaligus dampak sosial yang tinggi.
 
Pada kategori Practice Competition, tim dari Vietnam Posts and Telecommunications Institute of Technology meraih penghargaan tertinggi pada Computing Track dan Cloud Track. Adapun Grand Prize untuk kategori Network Track diraih oleh tim dari Bulacan State University, Filipina.
 
Selain para pemenang Grand Prize, tim dari Malaysia, Indonesia, Thailand, Brunei Darussalam, Jepang, Laos, Timor-Leste, Hong Kong SAR (Tiongkok), dan Macao SAR (Tiongkok) juga berhasil membawa pulang penghargaan juara pertama, kedua, dan ketiga di berbagai kategori kompetisi.

Sebanyak 16 tim terbaik, termasuk para peraih Grand Prize, akan mewakili kawasan APAC pada kompetisi tingkat global yang akan diselenggarakan di Shenzhen pada Juni mendatang dan bersaing dengan lebih dari 100 tim dari seluruh dunia.

Pengembangan Talenta AI Asia Pasifik
 
Dalam rangkaian acara The 10th Huawei ICT Competition APAC Finals and Awards Ceremony ini, Huawei Asia Pacific juga mengumumkan sejumlah kolaborasi dan inisiatif penting yang berfokus pada pengembangan talenta AI. 

Vice President Huawei Asia Pacific, Peter Pan mengatakan penyelenggaraan ke-10 ini diharapkan memberi dampak lebih luas.

“Kami berharap dapat menghadirkan dampak yang lebih besar dengan terus mendorong inovasi, memperkuat kolaborasi, serta mendukung lahirnya generasi talenta digital berikutnya di kawasan Asia Pasifik,” ujar Peter Pan.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Huawei meluncurkan white paper bertajuk ICT Job Roles and Skills in the Intelligent World, hasil kolaborasi bersama IDC, OpenAtom Foundation, dan Global Intelligent Internet of Things Consortium.
 
White paper tersebut memaparkan tren utama, perubahan kebutuhan keterampilan, serta jalur pengembangan kompetensi bagi profesi di bidang ICT di era dunia yang serba cerdas. Dokumen ini diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi sektor pendidikan maupun industri.

Bersamaan dengan itu, Huawei ICT Academy juga memperkenalkan pembaruan besar pada kurikulumnya melalui penambahan materi AI yang dilengkapi sumber daya pengajaran komprehensif dan aplikatif bagi universitas serta institusi pelatihan di kawasan Asia Pasifik.
 
Untuk mempercepat pengembangan ekosistem talenta AI, perwakilan dari Huawei, ASEAN Foundation, dan International Telecommunication Union (ITU) menjalin kolaborasi yang berfokus pada pengembangan talenta AI, pemberdayaan generasi muda, dan penguatan kapasitas digital di kawasan.

Momen simbolis ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung inklusi digital dan pengembangan talenta digital masa depan di Asia Pasifik.
 
Selama bertahun-tahun, Huawei terus berkomitmen pada filosofi “In Asia Pacific, for Asia Pacific” dengan berperan sebagai jembatan antara pemerintah, universitas, dan industri untuk membangun ekosistem pengembangan talenta ICT yang berkelanjutan di kawasan.

Dalam sembilan tahun terakhir, Huawei ICT Academy di kawasan APAC telah berkembang pesat, dari hanya dua institusi di dua negara dan wilayah menjadi lebih dari 500 institusi di 18 negara dan wilayah.
 
Program tersebut telah melatih lebih dari 160.000 mahasiswa, dengan lebih dari 60.000 mahasiswa yang saat ini masih aktif mengikuti program.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author