Implan Tulang Titanium Antibakteri, Ekonomis dan Sesuai Kebutuhan Pasien Indonesia

TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat kemandirian teknologi alat kesehatan nasional melalui pengembangan material implan tulang berbasis paduan titanium. Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi dominasi produk impor sekaligus menghadirkan implan medis yang lebih aman, terjangkau, dan sesuai kebutuhan pasien Indonesia.

Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan implan pelat klavikula (clavicle plate), perangkat medis yang digunakan untuk menangani patah tulang selangka. Tidak hanya mengutamakan kekuatan material, BRIN juga mengembangkan implan dengan sifat biokompatibel, antibakteri, dan ekonomis.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Metalurgi BRIN, Cahyo Sutowo menjelaskan bahwa penguasaan teknologi material titanium memiliki nilai strategis bagi Indonesia, khususnya dalam memperkuat industri alat kesehatan nasional yang hingga kini masih bergantung pada produk impor.

“Pengembangan material titanium untuk alat kesehatan bukan hanya soal inovasi material, tetapi juga upaya membangun kemandirian teknologi nasional agar kebutuhan implan medis dapat dipenuhi dari dalam negeri dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Cahyo, dikutip dari laman brin.go.id.

Kebutuhan Implan Tulang di Indonesia Terus Meningkat

Kebutuhan domestik terhadap implan tulang di Indonesia terus meningkat dan diperkirakan mencapai 80.000 hingga 100.000 keping per tahun. Namun, lebih dari 90 persen kebutuhan tersebut masih dipenuhi melalui impor.

Tingginya kebutuhan ini tidak lepas dari meningkatnya angka cedera akibat kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan tahun 2018, kecelakaan sepeda motor menjadi salah satu penyebab utama cedera, terutama pada kelompok usia muda.

Melihat kondisi tersebut, BRIN mengembangkan material alternatif berupa paduan titanium tipe beta low-cost sebagai pengganti material konvensional seperti stainless steel 316L dan Ti6Al4V.

Material ini dirancang melalui penambahan unsur molibdenum (Mo), niobium (Nb), besi (Fe), dan tembaga (Cu) guna menghasilkan kombinasi sifat mekanik dan biologis yang lebih optimal.

Titanium Antibakteri untuk Kurangi Risiko Infeksi Pascaoperasi

Penambahan unsur Cu pada paduan titanium tidak hanya meningkatkan performa material, tetapi juga memberikan sifat antibakteri melalui aktivitas oligodinamik yang mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada permukaan implan.

“Material yang dikembangkan diharapkan memiliki ketahanan mekanik dan korosi yang baik, mudah dibentuk, aman bagi tubuh, serta memiliki kemampuan antibakteri untuk mengurangi risiko infeksi pascaoperasi,” jelasnya.

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti melakukan berbagai tahapan karakterisasi, mulai dari pengujian struktur mikro, sifat mekanik, ketahanan korosi pada simulated body fluid (SBF), hingga pengujian biokompatibilitas dan aktivitas antibakteri.

Desain Clavicle Plate Disesuaikan Anatomi Orang Indonesia

Selain pengembangan material, penelitian juga mencakup desain clavicle plate yang ergonomis dan disesuaikan dengan anatomi masyarakat Indonesia. Implan pelat klavikula merupakan perangkat medis yang digunakan untuk menangani patah tulang selangka.

Cedera ini tergolong cukup umum, terutama akibat trauma langsung pada bahu dan kecelakaan lalu lintas. Penggunaan clavicle plate bertujuan menstabilkan fragmen tulang agar proses penyembuhan berlangsung optimal.

Untuk mendukung pengembangan produk hingga tahap implementasi, penelitian ini juga melibatkan mitra industri, yaitu PT. Eka Ormed Indonesia sebagai perusahaan manufaktur dan distributor alat kesehatan.

BRIN juga melakukan penjajakan kerja sama dengan tim dokter spesialis ortopedik dari Departemen Medik Ortopaedi dan Traumatologi FK-UI terkait pengembangan desain pelat klavikula yang sesuai kebutuhan klinis dan anatomi pasien di Indonesia.

Menurut Cahyo, riset ini menjadi penting karena mengintegrasikan inovasi metalurgi dengan kebutuhan klinis di lapangan. Melalui pendekatan tersebut, BRIN tidak hanya menghasilkan material baru, tetapi juga mendorong hilirisasi industri metalurgi nasional dan penguatan ekosistem alat kesehatan dalam negeri.

Saat ini, penelitian memasuki tahap pengembangan desain produk dan manufaktur prototipe. Tahapan selanjutnya akan mencakup uji in-vivo, optimasi proses manufaktur, hingga uji pra-klinis dan klinis untuk mendukung implementasi produk implan lokal di sektor kesehatan nasional.

“Harapannya, penelitian ini dapat menghasilkan produk implan pelat klavikula buatan dalam negeri yang kompetitif, aman, dan mampu meningkatkan kemandirian industri alat kesehatan Indonesia,” tutup Cahyo. (Sumber: brin.go.id)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author