IATI Bisa Cegah Bencana Teknologi

 

Gedung Gelora Bung Karno, Gedung Dewan Perwakilan Rakyat dan Jembatan Semanggi diperkirakan dalam keadaan kronis oleh Ikatan Audit Teknologi Indonesia.

 “Sekarang ini siapa yang bisa menjamin fasilitas-fasilitas atau infrastruktur tersebut kondisinya tidak berubah. Gedung Gelora Bung Karno misalnya, gedung itu dibangun sejak tahun 1960-an, tentu berubah karena makin lama kekuatannya mengalami penurunan,” ujar Ketua Ikatan Audit Teknologi Indonesia (IATI) yang juga Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Marzan Aziz Iskandar kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/1).

Marzan melanjutkan, permasalahannya kapan suatu gedung itu mengalami penurunan atau kapan Gedung Gelora Bung Karno tersebut mengalami penurunan kekuatan, itu yang memerlukan penelitian lebih lanjut. Hal-hal seperti itulah yang membutuhkan campur tangan audit teknologi.

Demikian halnya dengan Gedung DPR RI yang pada 1998 sempat atapnya diduduki oleh puluhan mahasiswa yang sedang berunjuk rasa. Padahal menurut Marzan atap itu dibuat tidak untuk diduduki sehingga perlu audit teknologi untuk gedung tersebut.

“Jika telah di audit teknologinya, maka kemudian bisa dikeluarkan rekomendasi apa yang harus dilakukan terhadap sarana infrastuktur atau gedung tua seperti Gedung Gelora yang di Senayan itu,” kata Marzan.

Contoh nyata lain pentingnya audit teknologi yang masih hangat dalam ingatan adalah ambruknya jembatan Kutai Kartanegara yang dianggap oleh IATI sebagai Bencana Teknologi. Karena menurut IATI bencana  itu disebabkan oleh kegagalan teknologi sebagai akibat buruknya pengelolaan asset teknologi mulai dari tahap perencanaan hingga pengoperasian.

Karena itu lanjut Marzan audit teknologi diperlukan untuk menjamin suatu produk agar sesuai dengan ketentuannya. Selain itu bisa untuk menjamin pemeliharaan asset-aset, baik yang ada di pemerintahan maupun swasta.

Audit teknologi juga diperlukan untuk mengindentifikasi kesesuaian pengelolaan asset teknologi mulai dari tahap perencanaan hingga pengoperasian terhadan standar yang berlaku.

Disisi lain sebagai Ketua IATI Marzan menegaskan bahwa organisasi IATI tidak melakukan audit teknologi sebab IATI bukan lembaga audit.

“IATI lebih mengumpulkan para auditor agar memiliki kesamaan dalam etika melaksanakan keprofesiannya. IATI ke depannya akan mengeluarkan sertifikasi kepada para auditor,” katanya.

Namun demikian IATI dalam sektor infrastruktur bisa berada pada awal, tengah dan pasca pelaksanaan serta jika terjadi peristiwa bencana teknologi.

Khusus pada bencana teknologi di sektor infrastruktur IATI bisa berperan sebagai pihak independen yang memiliki kemampuan untuk melakukan forensic audit untuk memastikan faktor penyebab secara teknis dan non teknis terkait pelaksanaan manajemen infrastruktur.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014).
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author