TechnologyIndonesia.id – Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Enumerator Bantuan Stimulan Rumah Rusak Tahap Dua. Pelaksanaannya berlangsung di Aula Setda Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Rabu (22/4).
Bimtek bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tim enumerator daerah dalam pendataan rumah rusak pascabencana banjir dan longsor pada November 2025 lalu. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, menyasar pada tim yang akan bekerja di 14 kecamatan terdampak. Perkiraan jumlah penerima manfaat yang akan didata mencapai 26.700 orang.
Sebanyak 212 enumerator mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, LSM, pemerintah desa, jurnalis, serta elemen masyarakat lainnya.
BNPB mengharapkan, melalui bimtek kepada para enumerator, proses pendataan penerima bantuan dapat dilaksanakan secara transparan, akuntabel dan tepat sasaran sehingga masyarakat terdampak yang memenuhi kriteria dapat menerima bantuan secara adil. Di samping itu, dengan pendekatan pendatan yang tepat, potensi dampak sosial dapat diminimalkan di kemudian hari.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati, Sekretaris Daerah dan Kepala Pelaksanaan Kabupaten Bireuen serta unsur organisasi perangkat daerah terkait. Turut hadir perwakilan BNPB, diantaranya penanggung jawab tugas wilayah Bireuen Dr. Agus Wibowo, dan tenaga ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn) Herman Hidayat dan Dr. Asep Supriatna beserta tim.
Dalam sambutan pembukaan, Bupati Bireuen Mukhlis menegaskan bahwa enumerator memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam proses pendataan.
“Seluruh enumerator diharapkan dapat melaksanakan tugas secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab guna memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar terdampak,” ujar Bupati Bireuen.
Dalam laporan kegiatan, Kepala Pelaksana BPBD Bireuen menyampaikan, pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat berjalan secara efektif, terkoordinasi, dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Pada sesi pemaparan, Agus Wibowo menjelaskan mengenai perbedaan karakteristik penanganan bencana pada setiap fase, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan. Disampaikan pula mengenai peran pendampingan oleh BNPB serta pentingnya ketersediaan data yang valid dan akurat sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan dan penyaluran bantuan.
Pada sesi utama bimbingan teknis, Asep Supriatna memaparkan secara komprehensif terkait mekanisme verifikasi, penggunaan instrumen/formulir pendataan, serta perbedaan ketentuan antara tahap satu dan tahap dua. Materi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keseragaman pemahaman enumerator dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
212 Enumerator Ikuti Bimtek Bantuan Stimulan Rumah Rusak Tahap Dua Wilayah Bireuen
