Sebagai negara berpenduduk besar, Indonesia menghadapi masalah dan tantangan dalam penyediaan pangan. Dengan sumber daya alam dan sumber pangan yang beragam, Indonesia diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara berdaulat dan mandiri.
Dalam menentukan wilayah strategis untuk pengembangan pangan diperlukan Informasi Geospasial (IG) yang terjamin keakuratannya. Badan Informasi Geospasial (BIG), sebagai penyelenggara tunggal IG Dasar di Indonesia, siap mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan peta ekoregion.
Ekoregion merupakan wilayah geografis yang memiliki kesamaan ciri iklim, tanah, flora, dan fauna asli, serta pola interaksi manusia dengan alam yang menggambarkan integritas sistem alam dan lingkungan hidup.
Menurut Deputi Bidang Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Imam Hendargo Abu Ismoyo, dalam peta ekoregion tergambar karakter wilayah Indonesia dengan ciri karakter bentang alam, iklim, tanah serta flora asli yang berada di atasnya. Hal ini menjadi dasar dan pertimbangan perencanaan pembangunan dan memberikan arah untuk pemanfaatan ruang.
“Peta ekoregion tersebut sangat bermanfaat dalam mendukung pelaksanaan berbagai sasaran dalam mewujudkan swasembada pangan, ketahanan pangan, dan kedaulatan pangan sesuai dengan karakteristik wilayahnya,” kata Imam dalam Seminar Nasional “Peranan Geografi dalam Mendukung Kedaulatan Pangan,” di Aula BIG, Cibinong, Bogor, Selasa (7/4).
Kepala BIG, Priyadi Kardono berharap agar seminar nasional ini tidak hanya berhenti di pembahasan, namun dapat diimplementasikan secara konkrit. “Diharapkan forum ini bisa menghasilkan kontribusi nyata terutama dari para ahli yang berkumpul disini untuk pemenuhan kebutuhan pangan nasional”, jelas Priyadi.
Priyadi juga berharap melalui pertemuan ini akan diperoleh terobosan-terobosan baru yang bermanfaat dalam upaya mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan dengan tersedianya sumber pangan yang cukup untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.
Acara tersebut merupakan hasil kerja sama antara BIG dengan Ikatan Geografi Indonesia (IGI), dan Forum Komunikasi Kelitbangan (FKK) dalam rangka memperingati Hari Bumi 2015. Seminar nasional ini juga dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan Profesor Dr. Aris Poniman dan Drs. Helman, MSi. Kedua Peneliti Utama BIG itu akan memasuki purna tugas pada bulan April 2015.