Lima Profesor BRIN Paparkan Inovasi Strategis: Dari Implan Medis hingga Teknologi Panen Air

TechnologyIndonesia.id – Lima Peneliti Ahli Utama dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan menyampaikan orasi ilmiah dalam sidang terbuka pengukuhan profesor riset yang digelar di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie, Jakarta pada Rabu (15/4/2026). Mereka menghadirkan gagasan berbasis riset terkini dengan dampak luas bagi sektor kesehatan, pangan, hingga lingkungan.

Kelima peneliti tersebut adalah I Nyoman Jujur (kepakaran biomaterial), Muhammad Yasin (kepakaran hama dan penyakit tanaman), Delima Hasri Azahari (kepakaran ekonomi dan kebijakan pertanian), Ratih Pangestuti (kepakaran bioteknologi laut), serta Yayan Apriyana (kepakaran agroklimatologi dan hidrologi).

Inovasi Implan Medis Berbasis Material Lokal

I Nyoman Jujur akan menyampaikan orasinya berjudul Strategi Inovatif dalam Pengembangan Teknologi Material Medis dan Rekayasa Implan Tulang dan Gigi untuk Kemandirian Industri Nasional.

Ia menekankan pentingnya hilirisasi sumber daya mineral, khususnya nikel dan titanium, untuk pengembangan material medis berbasis lokal. Ia menyoroti penguatan produksi stainless steel 316L dan titanium sebagai bahan utama implan tulang dan gigi.

Menurut Peneliti dari Pusat Riset Komposit dan Biomaterial, sinergi antara pemerintah, industri alat kesehatan, tenaga medis, dan lembaga riset menjadi kunci dalam mendorong kemandirian industri.

Selain itu, penguatan standar nasional dan dukungan kebijakan dinilai krusial untuk menjamin keamanan serta daya saing global produk implan dalam negeri.

“Kini, saatnya potensi ini dimaksimalkan melalui hilirisasi cerdas, yakni pengembangan material medis stainless steel 316L berbasis lokal dengan nilai tambah tinggi,” tandasnya.

Tantangan ke depan adalah bagaimana material medis ini dapat dikembangkan untuk kebutuhan yang lebih luas, khususnya untuk mendukung implan tulang dan gigi

Pengendalian Hama Terpadu Ramah Lingkungan

Muhammad Yasin dalam orasi berjudul Teknologi Pengendalian Terpadu Hama Jagung Ramah Lingkungan Mendukung Keberlanjutan Tanaman Pangan, menawarkan pendekatan Pengendalian Hama Terpadu Ramah Lingkungan (PHT-RL) sebagai solusi berkelanjutan dalam mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.

Pendekatan ini mengintegrasikan berbagai teknik, mulai dari penggunaan varietas tahan, pengelolaan lingkungan, pemanfaatan musuh alami, hingga penggunaan pestisida nabati dan hayati.

Menurut Yasin, strategi ini tidak hanya efektif menekan serangan hama, tetapi juga menjaga kesehatan lingkungan dan manusia serta mendukung ketahanan pangan nasional.

“Pengendalian hama jagung yang ramah lingkungan melalui pendekatan PHT-RL memberikan solusi berkelanjutan untuk mengatasi tantangan global dalam pengendalian hama pada budidaya jagung, terutama dalam menghadapi krisis ketahanan pangan dan dampak negatif dari penggunaan pestisida Kimia,” terang peraih gelar Doktor dalam pertanian Pasca Sarjana UNHAS tersebut.

Transformasi Kebijakan Perkebunan

Delima Hasri Azahari melalui topik Redesain Kebijakan Perkebunan Menuju Indonesia Emas 2045, menyoroti perlunya transformasi kebijakan perkebunan dari sekadar ekspansi produksi menjadi penguatan nilai tambah melalui hilirisasi dan inovasi.

Peneliti yang meraih gelar Doctor of Philosophy dari University of Illinois at Urbana-Champaign, Illinois ini menekankan bahwa sektor perkebunan memiliki peran strategis sebagai penopang devisa, ketahanan energi, hingga stabilitas sosial-ekonomi perdesaan.

Namun, berbagai tantangan seperti fluktuasi harga global, hambatan nontarif, konflik agraria, hingga rendahnya produktivitas pekebun kecil perlu diatasi melalui kebijakan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.

Mengutip pepatah Jawa, “mikul dhuwur mendhem jero”, menurut Delima, nilai tambah yang kokoh hanya dapat tumbuh apabila fondasinya kuat, berakar pada riset yang mendalam, kelembagaan yang tangguh, tata kelola yang transparan, dan SDM yang unggul serta adaptif.

“Dengan demikian, perkebunan masa depan harus dikelola dengan paradigma yang melampaui pendekatan proyek jangka pendek, menuju transformasi kebijakan yang bersifat sistemik, berjangka panjang, dan berpihak pada keberlanjutan, keadilan sosial, dan kemandirian nasional,” tandasnya.

Makroalga, Masa Depan Bioindustri Biru Indonesia

Ratih Pangestuti dalam orasi Bioprospeksi Makroalga sebagai Pilar Pangan dan Kesehatan dalam Transformasi Bioindustri Biru Indonesia menegaskan potensi besar makroalga sebagai sumber biomolekul bernilai tinggi.

Ia menjelaskan bahwa makroalga tidak lagi sekadar komoditas primer, tetapi dapat dikembangkan menjadi bahan pangan fungsional, produk kesehatan, hingga bahan baku industri bioteknologi.

“Dengan dukungan teknologi ekstraksi hijau dan kebijakan yang tepat, makroalga berpotensi menjadi penggerak utama bioekonomi dan industri kelautan berkelanjutan di Indonesia,” ucap periah Doktor bidang Marine Biochemistry dari Pukyong National University, Busan Korea Selatan tersebut.

Teknologi Panen Air untuk Hadapi Perubahan Iklim

Adapun Yayan Apriyana mengangkat tema Percepatan Inovasi Teknologi Panen Air dan Efisiensi Irigasi di Lahan Kering sebagai Strategi Adaptasi Perubahan Iklim untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.

Ia menyoroti pentingnya inovasi pengelolaan air untuk menghadapi dampak perubahan iklim, khususnya di lahan kering.

Menurutnya, teknologi panen air seperti embung yang dipadukan dengan sistem irigasi efisien mampu meningkatkan ketersediaan air, produktivitas lahan, serta mengurangi risiko gagal panen. Pendekatan ini juga diperkuat dengan konsep Climate Smart Agriculture (CSA) guna menciptakan sistem pertanian yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan.

“Inovasi teknologi pengelolaan air menjadi kunci strategis dalam menjawab tantangan kekeringan dan ketidakpastian iklim yang semakin meningkat, sekaligus membuka peluang optimalisasi potensi lahan kering sebagai penopang ketahanan pangan berkelanjutan,” ungkap peraih gelar Doktor dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author