Dari Riset Budaya ke Produk Kreatif, Ini Misi BGTI Chapter 4

TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional kembali menggelar BRIN Goes to Industry Chapter 4 sebagai langkah memperkuat hilirisasi hasil riset dan inovasi agar dapat dimanfaatkan oleh industri serta masyarakat luas. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung BJ Habibie, Jakarta, Selasa (19/5/2025) ini mengusung tema “Pasar Festival Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra untuk Ekonomi Kreatif”.

Ajang ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan para peneliti dengan pelaku industri kreatif dalam mengembangkan produk berbasis kekayaan budaya Indonesia. Tidak hanya berfokus pada teknologi dan sains terapan, BRIN juga menempatkan hasil riset budaya sebagai bagian penting dalam penguatan ekonomi kreatif nasional.

Berbagai penelitian di bidang arkeologi, bahasa, sastra, hingga khazanah keagamaan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Mulai dari motif tradisional, tradisi lisan, gastronomi, pengobatan tradisional, hingga wisata budaya menjadi sumber inspirasi bagi industri kreatif tanah air.

Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, mengatakan BGTI menjadi sarana diseminasi hasil riset dan inovasi kepada pelaku industri sekaligus wadah untuk menyerap masukan dari berbagai pemangku kepentingan.

Menurut Amarulla, kolaborasi antara peneliti, industri, komunitas, pengguna akhir, dan regulator sangat penting agar hasil riset lebih sesuai dengan kebutuhan pasar dan memiliki dampak luas bagi masyarakat.

“BGTI menjadi wadah untuk mendapatkan ide dan inspirasi baru dari berbagai pemangku kepentingan, seperti industri, komunitas, pengguna akhir, dan regulator, sehingga hasil riset BRIN dapat memberikan dampak yang lebih luas,” ucap Amarulla.

Perkuat Strategi Pembangunan Nasional

Amarulla menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi strategi pembangunan nasional 2025–2029 yang menitikberatkan pada penguatan riset dan inovasi, pembangunan sosial yang inklusif, serta penguatan nilai budaya dan jati diri bangsa.

BRIN juga mendorong pemanfaatan teknologi modern untuk mempercepat pengembangan ekonomi kreatif Indonesia agar mampu bersaing di pasar global.

Potensi ekonomi kreatif Indonesia sendiri terus menunjukkan perkembangan positif. Hal ini terlihat dari capaian transaksi pada pameran internasional Inacraft 2024 yang mencapai lebih dari Rp100 miliar. Selain itu, partisipasi Indonesia dalam forum bisnis di Jerman juga menghasilkan penawaran dan permintaan bernilai ratusan ribu dolar Amerika Serikat.

Pada penyelenggaraan tahun ini, BGTI menampilkan hasil riset dalam empat rumpun utama, yakni warisan budaya nusantara (wastra), digital kreasi, gastronomi dan kesehatan, serta pariwisata.

Berbagai inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi industri fesyen, film, animasi, gim, kuliner, wellness, hingga pengembangan destinasi wisata berbasis budaya.

Budaya Harus Menjadi Kekuatan Ekonomi

Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian menegaskan bahwa budaya tidak cukup hanya dijaga sebagai warisan, tetapi juga harus dikembangkan melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa kekuatan budaya Indonesia tidak akan cukup hanya dijaga sebagai warisan, tetapi juga perlu diwujudkan melalui inovasi, kreativitas, dan kolaborasi lintas sektor agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo, menilai pemisahan Kementerian Kebudayaan dari Kementerian Pendidikan oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah penting untuk memperkuat identitas nasional melalui kebudayaan.

“Indonesia membutuhkan fondasi kebangsaan yang dibangun tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga lewat narasi budaya yang kuat dan berbasis riset ilmiah. Ia menilai peran BRIN bersama para peneliti sangat penting dalam membangun narasi sejarah Indonesia yang berbasis data,” ungkapnya.

Giring juga menyoroti pentingnya museum dan cagar budaya sebagai ruang edukasi publik. Menurutnya, penguatan narasi budaya harus didukung penelitian ilmiah seperti carbon dating, arkeometri, dan filologi.

Ia menambahkan, minat masyarakat terhadap budaya Indonesia terus meningkat, terlihat dari tingginya apresiasi terhadap film, musik lokal, serta meningkatnya jumlah pengunjung museum dan cagar budaya pada 2025.

“Kebudayaan adalah source code bangsa Indonesia yang harus terus dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah, BRIN, pelaku industri kreatif, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem budaya yang maju dan berdaya saing global,” tegas Giring.

Hadirkan Pelaku Industri Kreatif

Kegiatan BGTI 4 turut menghadirkan sejumlah tokoh industri kreatif, di antaranya desainer sekaligus Anggota DPR RI, Samuel JD Wattimena, Produser film Tesadesrada Ryza, Ketua Dewan Jamu Indonesia Daniel Chen, serta Direktur Museum Ullen Sentalu KRTH Daniel Haryo Negoro. Kehadiran mereka diharapkan dapat membuka peluang komersialisasi hasil riset BRIN.

Selain pameran dan diskusi, kegiatan ini juga menghadirkan breakout session, creative matching, dan pertemuan bisnis antara peneliti dengan mitra industri guna mendorong kerja sama yang lebih konkret dan aplikatif.

Dalam kesempatan tersebut, BRIN juga menandatangani sejumlah nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama lisensi dengan  mitra strategis seperti : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Raksasi Puri Arimbi,  PT Dahana, PT Asmin Adi Sentosa, serta PT Giga Inovasi Nusantara.

BGTI 4 juga menjadi momentum penting dengan dianugerahkannya pengakuan Guinness World Records kepada Gua Metanduno sebagai gua tertua di dunia. Pengakuan internasional ini dinilai memperkuat posisi hasil riset BRIN dalam mendukung promosi budaya dan pariwisata Indonesia di tingkat global. (Sumber: brin.go.id)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author