BNPB Gandeng Kodim 0111/Bireuen Survei Kesediaan Relokasi Warga Terdampak Bencana

TechnologyIndonesia.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggandeng Kodim 0111/Bireuen untuk melakukan survei kesediaan relokasi bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen, Aceh. Langkah ini dilakukan guna mempercepat penanganan pascabencana sekaligus memastikan warga dapat tinggal di kawasan yang lebih aman.

Survei berlangsung selama empat hari, mulai 4 hingga 7 Mei 2026, dengan target verifikasi terhadap 703 rumah yang tersebar di 89 desa pada 12 kecamatan. Kegiatan ini melibatkan 30 personel Babinsa TNI dari Kodim 0111/Bireuen.

Pelaksanaan survei bertujuan memverifikasi tingkat kerusakan rumah warga sekaligus mengonfirmasi kesediaan masyarakat untuk direlokasi dari wilayah rawan banjir dan longsor ke lokasi yang lebih aman.

Sebelum pelaksanaan survei, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memberikan pembekalan kepada seluruh personil tim survei terkait tujuan survei, panduan pengisian formulir survei, tata cara pelaporan survei pada Minggu (3/5/2026) di Kantor BPBD Kab. Bireuen.

Dalam pembekalan tersebut, Tenaga Ahli Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn) Herman Hidayat menyampaikan bahwa proses survei ini sangat penting untuk memverifikasi dan memvalidasi data serta memastikan bahwa warga terdampak banjir bersedia untuk relokasi ke tempat yang lebih aman.

Pelaksanaan survei menggunakan formulir manual yang disusun berdasarkan ketentuan dalam Permen PUPR 28/2015 dan Persyaratan Administrasi Bantuan Stimulan 2026 yang dari identitas responden, lokasi dan legalitas rumah, klasifikasi kerusakan dan jarak dari sungai, dan kesediaan relokasi.

Untuk warga yang setuju direlokasi, mereka dapat memilih untuk relokasi secara mandiri pada lahan yang dimiliki oleh warga atau relokasi secara terpusat pada lahan yang disediakan oleh pemerintah untuk dibangunkan rumah hunian.

Dalam survei ini tim Kodim 0111/Bireuen dibagi dalam 4 kelompok. Kelompok 1 menangani Kecamatan Gandapura, Makmur, dan Kuta Blang dengan target 161 rumah oleh 6 orang tim survei. Kelompok 2 bertugas di Kecamatan Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, dan Jangka, dengan target 117 rumah oleh 6 orang tim survei.

Kelompok 3 menangani Kecamatan Juli, Kuala, dan Peudada dengan target 298 rumah oleh 10 orang tim survei. Sementara Kelompok 4 bertugas di Kecamatan Jeumpa dan Samalanga dengan target 127 rumah oleh 4 orang tim survei.

Sebelum turun ke lapangan, tim survei berkoordinasi dengan kepala desa setempat untuk memastikan warga menyiapkan dokumen yang diperlukan dan berada di rumah saat proses pendataan berlangsung.

Untuk mempermudah pelaksanaan survei bersama warga, tim survei sebelum ke lapangan berkoordinasi dengan Kepala Desa setempat untuk menginformasikan masyarakatnya agar menyiapkan data yang dibutuhkan serta bersiap di rumah masing-masing.

Melalui pelaksanaan survei ini, diharapkan program relokasi rumah warga dapat dilakukan dengan lebih cepat, inklusif, dan tepat sasaran serta lebih aman dari bencana untuk jangka panjang.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author