TechnologyIndonesia.id – Transformasi digital yang semakin pesat membuat adopsi cloud computing di Indonesia tumbuh signifikan. Namun, di balik percepatan migrasi ke cloud, ancaman keamanan siber justru ikut meningkat.
Menjawab tantangan tersebut, ESET resmi meluncurkan fitur baru ESET Cloud Workload Protection yang terintegrasi dalam platform ESET PROTECT tanpa biaya tambahan bagi pelanggan di Indonesia. Pembaruan ini menjadi nilai tambah bagi pelanggan untuk memperkuat posisi mereka di era hybrid dan multi-cloud.
Modul baru ESET Cloud Workload Protection akan membantu pelanggan melindungi cloud workload mereka. Termasuk memperkaya telemetri untuk deteksi dan respons terhadap ancaman siber.
Pada waktu yang bersamaan, modul ini akan mengkonsolidasikan tata kelola keamanan di seluruh endpoint dan berbagai lingkungan cloud, melalui satu tampilan terpadu (single pane of glass) sehingga lebih mudah dipantau.
Kehadiran fitur baru ini menjadi relevan di tengah makin kencangnya arus organisasi di Indonesia yang migrasi ke cloud untuk meningkatkan produktivitas. Berdasarkan laporan Mordor Intelligence , nilai pasar cloud Indonesia diperkirakan mencapai US$2,81 miliar pada 2026 dan diproyeksikan meningkat menjadi US$5,5 miliar pada 2031.
Di balik pertumbuhan tersebut, ada satu hal yang sering tertinggal, yaitu aspek keamanan yang risikonya besar. IBM mencatat rata-rata kerugian akibat pelanggaran data di public cloud secara global kini mencapai US$5,17 juta per insiden, angka tertinggi dibandingkan lingkungan IT lainnya.
Di sisi lain, banyak organisasi, terutama UKM, belum benar-benar memiliki proteksi yang kuat di layer cloud. Mereka rentan menjadi sasaran empuk penjahat siber, menjadi korban ransomware, kerap mengalami salah konfigurasi (misconfiguration), visibilitas terbatas, dan memiliki tim keamanan IT yang terbatas.
CTO Prosperita Group, Yudhi Kukuh mengatakan di tengah situasi itulah, ESET Cloud Workload Protection menjadi relevan. Menurutnya, semakin banyak organisasi di Indonesia yang menganggap bahwa public cloud itu sebagai urat nadi inisiatif bisnis digital mereka.
“Dengan ESET Cloud Workload Protection, kami mengurangi permukaan serangan yang dihadapi pengguna dengan memperluas proteksi ke cloud workload mereka di public cloud serta private cloud dan virtual machine di on-premise,” ujar Kukuh dalam ESET Media briefing di Jakarta, pada Rabu (6/5/2026).
Kukuh menyampaikan bahwa seluruh pengguna ESET PROTECT (kecuali paket PROTECT ENTRY) sudah dapat menikmati keunggulan ESET Cloud Workload Protection tanpa biaya tambahan.
Pelanggan cukup mengintegrasikan ESET PROTECT mereka dengan lingkungan cloud yang dipakai, seperti Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, atau Google Cloud Platform (GCP).
Modul ESET Cloud Workload Protection akan melindungi virtual machine (VM) di public cloud dengan memasukkan data VM cloud ke dalam Platform ESET PROTECT XDR untuk mendapatkan visibilitas yang lebih luas.
Setelah itu, admin bisa langsung melakukan deployment agen proteksi, dan otomatis VM mereka terlindungi dari berbagai ancaman siber yang makin canggih dan kompleks. Fitur baru ini juga bisa memproteksi pengguna private cloud dan VM di on-premise.
Satu hal lagi yang membuat tenang, fitur baru ini sudah ditenagai oleh teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk melakukan deteksi anomali, mendeteksi ancaman berbasis perilaku (behavior-based), hingga otomatisasi respons.
“Semuanya membantu tim IT untuk tidak hanya tahu ada serangan, tapi juga langsung merespons sebelum dampaknya meluas,” terang Kukuh.
Modul ESET Cloud Workload Protection ini dirancang super ringan sehingga tim IT tak perlu mengkhawatirkan performa server akan drop. Fitur ini akan sangat membantu manajer IT untuk memvalidasi kontrol keamanan dan memudahkan pembuatan laporan bukti audit.
Sistem ini bisa membantu menghasilkan audit evidence yang dibutuhkan untuk memenuhi standar seperti NIST, CIS, hingga PCI DSS. Hal ini menjadi solusi di tengah makin ketatnya aturan kepatuhan (compliance), serta audit yang makin sering dari pemerintah dan regulator.
Dengan kontrol keamanan yang kuat dan kemudahan untuk pengimplementasian di lingkungan on-premise dan private cloud, modul ESET Workload Protection akan membantu organisasi di Indonesia mematuhi berbagai ketentuan perlindungan data sensitif.
Regulasi tersebut antara lain UU Perlindungan Data Pribadi dan pedoman keamanan dari BSSN. Modul ini juga menghadirkan ekosistem IT yang aman dan berdaulat, menurut ketentuan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber.
