Empat Ilmuwan Raih Habibie Prize 2021

Jakarta, Technology-Indonesia.com – Empat ilmuwan menerima penghargaan Habibie Prize 2021 karena dinilai memberi kontribusi kuat pada bidang masing-masing. Habibie Prize merupakan penghargaan yang diberikan kepada perseorangan yang mempunyai keunggulan tinggi dibidang Iptek dengan kriteria yang sangat tinggi, serta mampu menghasilkan temuan-temuan baru di bidangnya untuk kemajuan bangsa dan rakyat Indonesia.

Penerima Habibie Prize Kategori Bidang Ilmu Dasar adalah Prof. Dr. Muhammad Hanafi, M.Sc (Peneliti Pusat Riset Kimia BRIN); Kategori Bidang Ilmu Kedokteran dan Bioteknologi adalah Assoc. Prof. dr. Nicolaas C. Budhiparama, Ph.D, Sp.OT(K)., FICS (Dosen Universitas Airlangga/Leiden University Medical Center, The Netherlands); Kategori Bidang Ilmu Rekayasa adalah Prof. Dr. Ir. Subagjo, DEA (Dosen Institut Teknologi Bandung); dan Kategori E Bidang Ilmu Filsafat, Agama dan Kebudayaan: Dr. (HC) Nyoman Nuarta (Seniman). Sementara untuk Kategori Bidang Ilmu Ekonomi, Sosial, Politik, dan Hukum tidak ada yang mendapatkan.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko menyampaikan, pelaksanaan Habibie Prize 2021, merupakan salah satu upaya melanjutkan harapan dan cita-cita Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia unggul dan berdaya saing yang sejalan dengan misi Presiden RI Joko Widodo dalam hal pengembangan SDM.

“Kemajuan suatu bangsa tidak cukup hanya dengan tersedianya sumber daya alam yang melimpah dan pembangunan infrastruktur yang masif, tetapi juga harus didukung dengan peningkatan kualitas SDM, SDM Indonesia yang mampu berinovasi untuk membangun bangsa,” jelas Handoko pada acara Penganugerahan Habibie Prize 2021 di Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Nama Habibie digunakan untuk mengenang jasa BJ Habibie dan sekaligus pencetus Anugerah Habibie Award. BJ Habibie yang merupakan Presiden RI ke-3 serta Menteri Riset dan Teknologi pada 1978-1998 dikenal luas sebagai tokoh intelektual internasional dalam bidang teknologi. Penghargaan Habibie Prize didedikasikan untuk pemikiran dan komitmen BJ Habibie dalam upaya memajukan iptek di Indonesia.

“Habibie menunjukkan kepada bangsa Indonesia, akan kemampuan Indonesia untuk berinovasi dan memanfaatkan iptek untuk kemajuan dan kedaulatan bangsa. Indonesia maju dan berdaulat dapat dicapai, jika kita mempersiapkan secara sungguh-sungguh dan bersinergi dalam pembangunan SDM akan dapat bergerak cepat memenangkan persaingan global,” paparnya.

Habibie Prize digelar oleh BRIN bekerja sama dengan Yayasan Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SDM Iptek) setiap tahun, sebagai agenda nasional. Berdasarkan piagam serah terima Habibie Award dari Yayasan SDM Iptek kepada BRIN yang ditandatangani pada 6 November 2020 disepakati menyelenggarakan pemberian Habibie Award secara bersama menjadi Habibie Prize.

Dalam penganugerahan Habibie Prize 2021 terdapat lima kategori yaitu Ilmu Dasar; Ilmu Kedokteran dan Bioteknologi; Ilmu Perekayasa; Ilmu Ekonomi, Sosial politik dan Hukum; serta Ilmu Filsafat, Agama, dan Kebudayaan. Tahun ini terdapat total 90 kandidat dari lima bidang ilmu tersebut.

“Saya mengucapkan selamat kepada para penerima Habibie Prize 2021. Semoga karya-karya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dapat terus dihasilkan di masa mendatang. Semoga penerima Habibie Prize sebagai putra putri terbaik bangsa dalam bidang iptek, dapat menjadi inspirasi dan pemimpin bangsa Indonesia dalam kemajuan iptek di tengah perkembangan global,” harapnya.

Handoko berharap Habibie Prize menjadi motivasi dan inspirasi bagi para peneliti, ilmuwan dan masyarakat untuk terus berkarya, dan berkontribusi berbagai bidang, khususnya bidang iptek, dan mendorong kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

“Bagi penerima Habibie Prize diharapkan akan tetap terus produktif dan meningkatkan kontribusinya di bidang masing-masing, serta melakukan yang terbaik untuk bangsa ini,” ungkapnya.

Ketua Pengurus Yayasan SDM-Iptek, Wardiman Djojonegoro, menyampaikan Penerima Penghargaan Habibie Prize diseleksi oleh para pakar dari berbagai disiplin ilmu yang tergabung dalam Panitia Seleksi. Penghargaan diberikan kepada perseorangan yang aktif dan sangat berjasa dalam penemuan, pengembangan, dan penyebarluasan berbagai kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang baru (inovatif) serta bermanfaat secara berarti (signifikan) bagi peningkatan kesejahteraan, keadilan, dan perdamaian.

“Kepada para Penerima Habibie Prize, saya mengucapkan selamat dan semoga Saudara sekalian dapat terus berkarya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Hadiah Habibie Prize diberikan kepada masing-masing pemenang dalam bentuk medali, sertifikat, dan uang sebesar US$ 25,000,” ujarnya.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author