TechnologyIndonesia.id – Badan Informasi Geospasial (BIG) kembali menyelenggarakan Bhumandala Award 2025 – Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial, sebuah ajang apresiasi bagi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang berhasil mengembangkan dan menerapkan inovasi pemanfaatan informasi geospasial secara nyata dan berdampak luas.
Penghargaan ini bertujuan memotivasi, menginspirasi, memperkuat, dan meningkatkan semangat dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan Informasi Geospasial yang berkelanjutan.
“Penghargaan Bhumandala yang sudah dilaksanakan sejak 2014 merupakan salah satu wujud implementsi pembinaan yang dilakukan oleh BIG sebagai penghubung simpul jaringan kepada seluruh simpul jaringan yang ada di instansi pusat dan pemerintah daerah,” terang Kepala BIG Muh Aris Marfai.
Dalam sambutannya, Kepala BIG juga menegaskan bahwa penyediaan peta dasar skala besar 1:5.000 melalui program ILASPP (Integrated Land Administration and Spatial Planning Program) akan menjadi landasan penting bagi percepatan inovasi geospasial.
Penyediaan peta dasar ini sekarang sedang dalam proses tender internasional sesuai aturan pengadaan barang atau jasa World Bank.
“BIG berkomitmen bekerja sama dengan lembaga terkait untuk memastikan tidak terjadinya kebocoran data dan menjaga integritas infrastruktur geospasial Indonesia,” ucapnya.
Bhumandala Award 2025 mencatat partisipasi peserta tertinggi sepanjang lebih dari satu dekade penyelenggaraan. Tahun ini, BIG menerima 132 inovasi dari 12 kementerian/lembaga, 12 pemerintah provinsi, 32 pemerintah kabupaten, dan 26 pemerintah kota.
Seluruh usulan inovasi tersebut diseleksi oleh tim juri yang terdiri dari unsur internal BIG, akademisi (UGM, ITB, UI, UB), perwakilan pemerintah pusat (Bappenas dan KemenPANRB), serta profesional di bidang informasi geospasial. Dari proses penilaian yang ketat, juri menetapkan lima finalis pada setiap kategori sebelum menentukan pemenang.
Bhumandala Award 2025 menjadi momentum strategis untuk memperkuat simpul jaringan informasi geospasial, meningkatkan literasi spasial, dan mendorong inovasi di seluruh tingkat pemerintahan. BIG mengapresiasi seluruh instansi peserta yang telah menunjukkan dedikasi dalam membangun tata kelola informasi geospasial yang lebih baik.
Bhumandala Award 2025 untuk Kementerian/Lembaga diberikan kepada:
– Kementerian Kelautan dan Perikanan meraih Bhumandala Award 2025 kategori Kanaka (emas) untuk inovasi Transformasi Digital Penyelenggaraan IGT melalui Portal Data.
– Kementerian Keuangan meraih Bhumandala Award 2025 kategori Rajata (perak) untuk inovasi PalmVision, “Prediksi Produksi Kelapa Sawit Berbasis Computer Vision untuk Optimalisasi Perpajakan.”
– Kementerian Pekerjaan Umum meraih Bhumandala Award 2025 kategori Rajata untuk inovasi Dashboard 3D Geospasial untuk Pemantauan dan Pengelolaan Aset Infrastruktur.
– BP Batam meraih Bhumandala Award 2025 kategori Ariti (perunggu) untuk inovasi Land Management System (LSM) BP Batam
– Kementerian Kehutanan meraih Bhumandala Award 2025 kategori Ariti untuk inovasi TAPAK21, Tata Kelola Data dan Pelayanan Terpadu BPKH Wilayah XXI.
Bhumandala Award 2025 untuk Pemerintah Provinsi diberikan kepada:
– Provinsi DKI Jakarta meraih Bhumandala Award 2025 kategori Kanaka untuk inovasi Sistem Informasi Manajemen Bencana (SIMBA)
– Provinsi Jawa Barat meraih Bhumandala Award 2025 kategori Rajata untuk inovasi SING MANFAAT, Sistem Informasi Geospasial Pemanfaatan Hutan.
– Provinsi Sumatera Barat meraih Bhumandala Award 2025 kategori Rajata untuk inovasi Layanan Pengaduan Ruang (LAPTARU) Berbasis Sistem Crowdsourcing dan Teknologi Geospasial untuk Mewujudkan Tata Ruang yang Inklusif dan Berkelanjutan.
– Provinsi Riau meraih Bhumandala Award 2025 kategori Ariti untuk inovasi Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Riau (Sipakar).
– Provinsi Jawa Timur meraih Bhumandala Award 2025 kategori Ariti untuk inovasi Sistem Informasi Peta Ruang Pesisir dan Laut (SI-PETARUNGSILAT).
Bhumandala Award 2025 untuk Pemerintah Kota diberikan kepada:
– Kota Manado meraih Bhumandala Award 2025 kategori Kanaka untuk inovasi PANADA HEBAT v.3
– Kota Tangerang meraih Bhumandala Award 2025 kategori Rajata untuk inovasi Sistem Pemantauan Tinggi Air Sungai (SIPANTAU).
– Kota Payakumbuh meraih Bhumandala Award 2025 kategori Rajata untuk inovasi Sistem Informasi Tirta Sago (SITISA).
– Kota Metro meraih Bhumandala Award 2025 kategori Ariti untuk inovasi Tanah Harapan, Transformasi-Akselerasi-Harmonisasi Holistik dalam Aset Ruang Perencanaan.
– Kota Magelang meraih Bhumandala Award 2025 kategori Ariti untuk inovasi Overlay Analisis Data Geospasial Dimensi Lingkungan (Odading).
Bhumandala Award 2025 untuk Pemerintah Kabupaten diberikan kepada:
– Kabupaten Sidoarjo meraih Bhumandala Award 2025 kategori Kanaka untuk inovasi Elektronik Kendali Daerah – Pengembangan Mapping Peta Lokasi Paket Pekerjaan Fisik (E-Kenda).
– Kabupaten Grobogan meraih Bhumandala Award 2025 kategori Kanaka untuk inovasi Sistem Inovasi Grobogogan Aman Bencana (SIGANA).
– Kabupaten Hulu Sungai Selatan meraih Bhumandala Award 2025 kategori Rajata untuk inovasi Liwar Hulu Sungai Selatan “Linsungi Warga Hulu Sungai Selatan”.
– Kabupaten Batang meraih Bhumandala Award 2025 kategori Ariti untuk inovasi GIS Pajak Bumi dan Bangunan Sistem Layanan Elektronik Pajak Batan Hebat (GIS PBB SILEPBAH).
– Kabupaten Banyuasin meraih Bhumandala Award 2025 kategori Ariti untuk inovasi Sistem Elektronik Data Penanggulangan Kemiskinan Terintegrasi (SEDULANG SEKANTI).
Secara etimologis `Bhumandala` berasal dari kata bhu yang berarti bumi dan mandala yang berarti lingkaran atau sistem. Filosofi ini mengandung pesan bahwa ruang, data, dan manusia saling terhubung dalam satu ekosistem yang utuh dan dinamis.
Lingkaran melambangkan keteraturan, kesinambungan, dan kolaborasi lintas wilayah serta sektor. Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi, tetapi ajakan untuk membangun tata kelola spasial yang berkelanjutan dan berkeadilan.
BIG Anugerahkan Bhumandala Award 2025 bagi Penerapan Inovasi Berbasis Informasi Geospasial
