JAKARTA – Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret 2016, telah ditunggu masyarakat Indonesia maupun manca negara. GMT tahun ini sangat istimewa karena wilayah daratan yang dilalui gerhana matahari total hanya di Indonesia.
Gerhana merupakan fenomena langka yang tidak terjadi setiap bulan. Selama abad ke-20 (1900-1999), terjadi 224 gerhana bulan dan 224 gerhana matahari. Sebagian di antaranya dapat dilihat dari Indonesia, salah satunya GMT 11 Juni 1983.
Gerhana menjadi fenomena yang menarik perhatian umat manusia sejak masa lampau. Gerhana sering dikaitkan dengan musibah atau bencana. Banyak yang percaya, hilangnya matahari atau bulan disebabkan oleh sosok raksasa (buto ijo) yang menelan benda langit tersebut. Beragam mitos berkembang di seantero dunia, beberapa di antaranya masih dipercaya oleh masyarakat Indonesia.
Sebenarnya, gerhana merupakan peristiwa astronomis ketika sebuah objek menghalangi pandangan ke objek lainnya. GMT merupakan fenomena alam dimana pisis atau kedudukan matahari, bulan, dan bumi pada satu garis lurus. Dampaknya sebagian bumi akan terkena bayangan gelap bulan, sehingga tidak melihat matahari
GMT terakhir teramati dari Indonesia telah berlangsung pada 24 Oktober 1995 melewati Kepulauan Sangir Talaud. Berikutnya diprediksi akan terjadi pada 20 April 2023 melewati Papua Barat Daya dan Timur Laut termasuk kota Biak.
Kejadian GMT tahun ini diprediksi akan melintasi 12 wilayah provinsi yaitu: Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jambi, Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Namun GMT akan terlihat jelas hanya di delapan provinsi yaitu:
1. Pagai Utara, Sumatera Barat. Bulan dan matahari mulai bersinggungan pukul Pukul 06:20:22. GMT terjadi pada pukul 07:19:13 dan selesai pada pukul 08:25:45.
2. Palembang, Sumatera Selatan. Bulan dan matahari mulai bersinggungan pukul 06:20:30. GMT terjadi pada pukul 07:21:45 dan selesai pada pukul 08:31:28.
3. Tanjung Pandang, Bangka Belitung. Bulan dan matahari mulai bersinggungan pukul 06:21:06. GMT terjadi pada pukul 07:23:58 dan selesai pada pukul 08:35:48.
4. Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Bulan dan matahari mulai bersinggungan pukul 06:23:29. GMT terjadi pada pukul 07:30:12 dan selesai pada pukul 08:46:54.
5. Balikpapan, Kalimantan Timur. Bulan dan matahari mulai bersinggungan pukul 07:25:38. GMT terjadi pada pukul 08:34:26 dan selesai pada pukul 09:53:41.
6. Palu, Sulawesi Tengah. Bulan dan matahari mulai bersinggungan pukul 07:27:51. GMT terjadi pada pukul 08:38:50 dan selesai pada pukul 10:00:35.
7. Ternate, Maluku Utara. Bulan dan matahari mulai bersinggungan pukul 08:36:04. GMT terjadi pada pukul 09:53:01 dan selesai pada pukul 11:20:52.
8. Maba, Maluku Utara. Bulan dan matahari mulai bersinggungan pukul Pukul 08:37:01. GMT terjadi pada pukul 09:54:39 dan selesai pada pukul 11:23:06.
Gerhana Sebagian
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Jakarta hanya tertutupi 80-90% yang berarti hanya sekitar 10 persen sinar matahari yang akan diteruskan di wilayah Jakarta. Gerhana matahari sebagian di Jakarta diprediksi terjadi mulai pukul 06:19 WIB, puncaknya pukul 07.21 WIB dan berakhir pukul 08:31 WIB.
Walau hanya akan dilalui gerhana matahari sebagian, warga Jakarta juga bisa mengamati gerhana matahari. Salah satunya di Planetarium dan Observatorium di Jalan Cikini Raya 73, Jakarta Pusat. Sebanyak 2.500 kacamata gratis sudah disiapkan. Masyarakat juga bisa nonton bersama Live Streaming GMT di Lobby Planetarium dan Observatorium
Masyarakat juga bisa menyaksikan live streaming gerhana matahari di http://media.bmkg.go.id/hilal atau http://media.bmkg.go.id/gmt terkait informasi fenomena GMT. (SB/berbagai sumber)