BNPB dan Pemda Hadirkan Sekolah Darurat bagi Siswa Terdampak Bencana di Aceh

TechnologyIndonesia.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat upaya pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemenuhan sarana dan prasarana sekolah agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meski dalam kondisi darurat.

Salah satu lokasi yang mendapatkan perhatian adalah Desa Sekualan, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur. Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Lokop di Desa Sekualan, sebelumnya terdampak banjir. Gedung sekolah beserta sarana dan prasarana lainnya tidak bisa lagi dipakai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Pada hari pertama sekolah semester genap tahun ajaran 2025/2026 kemarin, siswa-siswi ini hanya bisa belajar dengan alas terpal beratapkan langit.

Pihak sekolah meminta kepada pemerintah untuk diberikan sarana penunjang sekolah darurat. Merespon hal itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur dan personel TNI bergerak menuju lokasi membawa tenda peleton dan kebutuhan lainnya.

Setibanya di sana, tenda berukuran 6×12 meter didirikan, berikut alas tikar terpal dan sarana prasarana penunjang lainnya. Pada akhirnya, siswa-siswi ini memiliki tempat bersekolah yang lebih layak dari sebelumnya.

Hal serupa juga dilakukan BNPB untuk SD IT An-Nur, yayasan Teungku Chiek Pante Geulima, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Pada hari Senin (5/1/2026), sekolah ini mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar semester genap tahun ajaran 2025/2026.

Tatap muka antara guru dan siswa kali ini tak seperti biasanya. Gedung-gedung sekolah untuk anak-anak PAUD, SD dan SMP tidak bisa dipakai karena banjir. Maka dari itu, kegiatan belajar mengajar sementara dilakukan di bawah tenda peleton yang telah disiapkan oleh BNPB bersama pemda setempat.

Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi bersama Tenaga Ahli BNPB, Agus Marsanto dan Plt. Dir. Pemulihan Sosial, Ekonomi dan SDA, Asep Supriatna, meninjau langsung kegiatan sekolah ini. Antusias siswa-siswi terlihat di sana. Mereka sudah merindukan belajar di sekolah, meski harus menyesuaikan dengan keadaan pascabencana.

Tak hanya menyapa anak-anak, bupati dan jajaran BNPB itu turut memberikan dukungan untuk pelaksanaan kegiatan pendidikan berupa peralatan sekolah dan sebagainya. Pemerintah pusat dan daerah akan terus berkolaborasi demi memulihkan pendidikan sampai semuanya benar-benar kembali normal seperti sedia kala.

Ke depan, BNPB bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikbudasmen) telah berkoordinasi untuk memperbaiki hingga membangun kembali sekolah-sekolah yang rusak terdampak bencana dalam. Tidak hanya sarana dan prasarana saja, Kemendikbudasmen juga akan memberikan tunjangan kepada para guru sekaligus memberikan dukungan lain pascabencana.

Upaya ini adalah bagian dari wujud dukungan kolaborasi antar lintas komponen bangsa dalam memulihkan kehidupan dan penghidupan masyarakat pascabencana.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author