TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Distrik Navigasi Tanjung Intan berkolaborasi mengembangkan sistem Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) berbasis digital atau smart buoy. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan pelayaran dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Smart buoy merupakan pelampung navigasi berteknologi digital yang dilengkapi sensor dan sistem komunikasi data. Perangkat ini mampu mengirim informasi kondisi perairan, posisi, serta status operasional secara langsung ke pusat kendali.
Kerja sama riset ini diwujudkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 5 September 2024 antara Distrik Navigasi Tanjung Intan dan Pusat Riset Elektronika BRIN terkait penelitian dan pengembangan sistem monitoring SBNP terintegrasi.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud menyatakan keandalan sistem navigasi di alur pelayaran Tanjung Intan–Cilacap menjadi faktor krusial karena kawasan tersebut merupakan jalur vital distribusi energi nasional.
“Mengingat peran strategis tersebut, keandalan SBNP menjadi faktor kunci. Pemanfaatan teknologi smart buoy hasil riset BRIN ini memungkinkan pemantauan kondisi perairan secara real time, sehingga respons darurat dapat dilakukan lebih cepat dan akurat dalam menjamin keselamatan dan kelancaran pelayaran,” kata Muhammad Masyhud dikutip dari laman brin.go.id pada Senin (16/2/2026).
Secara nasional, SBNP yang dikelola Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tersebar di 25 Distrik Navigasi dengan total 5.468 unit. Dengan cakupan yang luas, sistem pengawasan berbasis teknologi dinilai menjadi kebutuhan strategis agar seluruh sarana navigasi berfungsi optimal dan berkelanjutan.
Alur Pelayaran Tanjung Intan–Cilacap sendiri menjadi simpul penting distribusi bahan bakar minyak dari kilang milik PT Pertamina (Persero) RU IV Cilacap yang berkapasitas produksi 348.000 barel per hari. Kilang terbesar di Indonesia tersebut memasok sekitar 34 persen kebutuhan BBM nasional dan 60 persen kebutuhan BBM Pulau Jawa.
Pengembangan smart buoy merupakan kelanjutan riset BRIN di bidang elektronika dan informatika yang telah dimulai sejak 2022 melalui nota kesepahaman dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Pada tahun yang sama, satu purwarupa smart buoy berhasil dipasang di wilayah kerja Distrik Navigasi Tanjung Emas Semarang.
Kerja sama kemudian diperluas ke Distrik Navigasi Tanjung Intan Cilacap pada 2024. Hingga saat ini, dua unit smart buoy telah terpasang dan terintegrasi dengan pusat kendali (control center) di Kantor Distrik Navigasi Tanjung Intan, sehingga dapat dimonitor secara langsung.
Selain untuk keselamatan pelayaran, teknologi ini juga berpotensi dikembangkan untuk aplikasi lain, seperti pemantauan lingkungan dan kebencanaan. Sebelumnya, BRIN telah mengembangkan buoy untuk sistem peringatan dini tsunami.
Sinergi antara BRIN dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di bidang riset dan inovasi ini merupakan langkah nyata kehadiran negara dalam memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mendukung implementasi Asta Cita ke-3, yaitu pengembangan ekonomi yang berdaulat dan mandiri melalui penguatan sektor strategis maritim.
Implementasi teknologi smart buoy diproyeksikan menjadi pilot project nasional dalam pengembangan SBNP berbasis teknologi mutakhir, serta model transformasi digital kenavigasian di Indonesia. (Sumber: brin.go.id)
Perkuat Keselamatan Pelayaran, BRIN dan Kemenhub Kembangkan Smart Buoy
