BRIN Kembangkan Teknologi Las Modern untuk Kapal Aluminium

TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong inovasi di sektor maritim dengan mengembangkan teknologi pengelasan modern berbasis Friction Stir Welding (FSW). Teknologi ini menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas sambungan kapal berbahan aluminium, sekaligus menjawab tantangan industri galangan kapal nasional.

Riset ini difokuskan pada pengembangan purwarupa mesin las modern serta pengujian performa mekanik dan ketahanan korosi, khususnya untuk aluminium seri 5083 yang dikenal sensitif terhadap panas dalam proses pengelasan konvensional.

Kepala Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) BRIN, Teguh Muttaqie, menjelaskan bahwa kebutuhan kapal aluminium di Indonesia terus meningkat karena keunggulannya yang ringan dan efisien bahan bakar. Namun, metode pengelasan konvensional kerap menimbulkan distorsi termal yang memengaruhi kualitas struktur.

“Teknologi Friction Stir Welding hadir sebagai solusi solid-state welding yang mampu menghasilkan sambungan berkualitas tinggi dengan distorsi termal rendah,” ujar Teguh pada Kamis, (2/4/2026).

BRIN melalui PRTH berperan dalam pengembangan desain, perakitan purwarupa mesin FSW, hingga penyusunan standardisasi teknologi yang dapat diterapkan untuk kebutuhan industri strategis nasional.

Perekayasa Ahli Muda PRTH BRIN, Agus Sasmito, menegaskan bahwa riset ini tidak hanya berfokus pada aspek desain mesin, tetapi juga pada pengujian komprehensif untuk memastikan performa teknologi.

“Riset ini mencakup pembuatan purwarupa mesin FSW, pengujian parameter kinerja mekanik, serta analisis ketahanan korosi pada sambungan aluminium seri 5083. Kami ingin memastikan teknologi ini siap diterapkan di industri galangan kapal,” jelas Agus.

Ia menambahkan bahwa proses riset dilakukan secara sistematis melalui tahap persiapan dan pelaksanaan. Tahap awal meliputi studi literatur, analisis kebutuhan industri, serta kesiapan infrastruktur laboratorium dan perangkat simulasi.

Selanjutnya, tim melakukan perancangan mesin menggunakan pemodelan CAD dan simulasi numerik untuk menguji kekuatan konstruksi sebelum masuk tahap manufaktur.

Pengujian dilakukan melalui pengelasan skala laboratorium dan fabrikasi spesimen, yang kemudian dianalisis menggunakan metode Non-Destructive Testing (NDT) serta uji korosi. Selain itu, optimasi proses FSW dilakukan dengan pendekatan simulasi finite element untuk memprediksi distribusi temperatur, distorsi, dan tegangan sisa.

“Melalui simulasi ini, kami dapat mengendalikan parameter pengelasan secara presisi sehingga kualitas sambungan menjadi lebih optimal,” imbuhnya.

Tahap akhir riset diarahkan pada uji implementasi purwarupa mesin FSW di lingkungan galangan kapal, dengan kemampuan mengikuti kontur badan kapal secara simultan. Hal ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan teknologi untuk diaplikasikan secara nyata di industri.

Melalui riset ini, BRIN menargetkan terwujudnya kemandirian teknologi pengelasan modern yang mampu meningkatkan daya saing industri galangan kapal nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap teknologi impor.

Kegiatan riset ini turut melibatkan kolaborasi dengan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Fakultas Teknik Universitas Islam Kalimantan (FT UNISKA), serta mitra industri PT Surabaya Marine untuk mendukung pengujian dan implementasi teknologi di lapangan. (Sumber: brin.go.id)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author