Anggota DPR RI Azwir Dainy Tara: Perhatian Pemerintah Masih Belum Maksimal

Minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan Riset dan Teknologi (Ristek), menjadi salah satu kendala lambatnya proses alih teknologi antara lembaga penelitian dan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Padahal salah satu bentuk upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik petani ataupun pelaku usaha kecil dan mengengah, yakni dengan cara penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) secara lansung.

Anggota DPR-RI Azwir Dainy Tara menyebutkan perhatian pemerintah masih berlum maksimal terhadap program penelitian dan ristek itu sendiri. Pandangan tersebut disampaikannya dengan melihat alokasi dana yang dianggarkan pada 2012 hanya sebesar Rp. 4,3 triliun.

Sementara untuk meningkatkan daya produktifitas pelaku usaha kecil atau peternak dan petani, sangat ketergantungan dengan penggunaan alat-alat yang berbau teknologi instan. Seperti halnya berbagai penelitian yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan ilmu pengetahuan daerah (Iptekda).

Menurut Azwir, merupakan salah satu bentuk pemanfaatan potensi daerah guna membantu UKM sebagai sasaran kegiatan. Untuk menjangkau UKM dengan lebih efisien, LIPI melibatkan perguruan tinggi karena hasil penelitiannya merupakan sumber yang potensial.

“Adanya penelitian Probiotik dari Dadiah, makanan khas Sumatera Barat, merupakan salah satu langkah besar untuk peningkatan kualitas ternak dan standardisasi daging. Kita harapkan bukan sampai itu saja, tetapi ada terobosan-terobosan lainnya. Untuk itu tahun 2013 kita dukung dana Ristek dianggarkan menjadi 20 triliun, karena kegiatan penelitian ini sangat bermanfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

Pentingnya penerapan teknologi di tengah masyarakat lanjutnya  merupakan suatu terobosan untuk mempercepat peningkatan ekonomi masyarakat. Karena selama ini kegiatan ekonomi masyarakat tanpa dibarengi penguatan teknologi, belum mampu mencapai hasil maksimal.

“Perekonomian kita sudah cukup bagus, sementara penguasaan teknologi masyarakat kita masih rendah. Mudah-mudahan dengan adanya sinergitas LIPI dengan kelompok UKM, bisa lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Azwir yang bakal pindah ke Sumbar II menuju DPR RI periode 2014-2019.

Sementara Sekretaris Utama LIPI Djusman Sajuti, menyebutkan lembaga itu sebagai mediator antara UKM dengan Lembaga Penelitian (Litbang) untuk memanfaatkan potensi daerah sebaik-baiknya.

Salah satu yang sudah dilakukan adalah probiotik suplemen pakan ternak jenis unggas, dari hasil penelitian Dadiah (susu beku) oleh Guru Besar Fakultas Peternakan Unand Prof. Drh. Endang Purwati MS PhD. Temuan Endang tersebut, juga berfungsi sebagai pengganti vaksin untuk menurunkan kolesterol bagi ternak ayam dan anti diare bagi manusia, serta peningkatan daya tahan tubuh.

“Itu baru di Sumatera Barat, di beberapa daerah lain juga ada penelitian serupa, sehingga penerapan teknologi dan riset bisa memanfaatkan potensi daerah,” kata Djusman Sajuti.

Sejak beberapa waktu belakangan LIPI melalui program Iotekda terus melakukan diseminasi Iptek kepada masyarakat sesuai dengan terapan teknologi di masing-masing daerah. Untuk Sumatera Barat sendiri, diseminasi telah dilakukan di beberapa daerah seperti Payakumbuh, Pariaman, Padang dan Lubukbasung.

“Namun belum merata pemanfaatan probiotik dadih ini oleh para peternak, karena masih terkendala dana. Sebab untuk stock terkecil, probiotik dijual dengan harga Rp. 1,5 juta tentu merupakan satuan harga yang sangat mahal.

Untuk itu saat ini sangat dibutuhkan dana bantuan awal agar potensi probiotik dapat dinikmati kelompok-kelompok petani. Sedangkan kendala lainnya seperti spektro hotometer dan incubator shaker, pak azwir memberikan bantuan senilai Rp. 13 juta yang nantinya difungsikan terhadap kebutuhan pengembangan probiotik untuk kebutuhan para peternak,” jelas Endang.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014).
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author