Penggunaan Teknologi Tingkatkan Potensi Daerah

Komposisi

Untuk meningkatkan kesejahteraan, setiap potensi yang ada di daerah harus didukung dengan penggunaan teknologi tepat guna.

Hal itu disampaikan Menteri Riset dan Teknologi saat menandatangani naskah kesepakatan bersama dengan Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Karanganyar mengenai pusat inovasi di daerah, di Desa Sambirejo Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah , Selasa (26/4).

“Potensi di daerah harus ditunjang dengan teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujar Menristek.

Senada dengan Menristek,  Gubernur Jawa Tengah mengatakan potensi di daerah harus diberdayakan. Apalagi potensi di wilayahnya luar biasa. Bibit menyebut dari 23 lokasi di Indonesia yang dikembangkan potensi daerahnya, 10 di antaranya berada di Provinsi Jawa Tengah.

“Potensi yang luar biasa itu harus didorong dengan penggunaan teknologi tepat guna. Ini tugasnya pemerintah pusat. Sehingga hasil potensi daerah yang disentuh teknologi dapat  meningkatkan kuantitas, kualitas dan kontinyuitas yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bibit.

Pusat inovasi di daerah merupakan wujud Sistem Inovasi Daerah (SIDA) kerjasama antara unsur pemerintah daerah, lembaga litbang, akademisi, dunia usaha dan masyarakat luas di daerah.

Khusus di Kabupaten Karanganyar yang dikembangkan adalah klaster biofarmaka. Kementerian Ristek dan Teknologi berperan mendorong sistem inovasi daerah dengan meningkatkan penyerapan hasil litbang berbagai kementerian melalui pemanfaatan teknologi di masyarakat.

Pada kesempatan ini Menristek melihat sendiri penggunaan teknologi tepat guna seperti alat perajang, oven pengering dan alat untuk membuat serbuk.

Alat tersebut dibuat oleh LIPI dan Litbang Kementerian Pertanian berdasarkan informasi identifikasi kebutuhan yang dilakukan Kementerian Riset dan Teknologi. Alat yang dibuat sendiri itu dapat menekan biaya sehingga relatif lebih murah jika membeli dari pihak lain. Kementerian Riset dan Teknologi akan terus mendampingi pasca penggunaan alat tersebut.

Sebelumnya, petani melakukan proses perajangan dan pengeringan secara manual. Dengan adanya alat-alat tersebut diharapkan meningkatkan pendapatan bagi petani setempat.

Kabupten Karanganyar merupakan daerah yang telah menjalani beberapa rangkaian tahapan, mulai identifikasi kebutuhan teknologi hingga rancangan model pemberdayaan masyarakat. Fokus pengembangan klaster di Karanganyar adalah biofarmaka yang sesuai dengan potensi daerah setempat.

Potensi sumber daya biofarmaka di Karanganyar sangat berperan dalam menghadapi tantangan pasar global obat tradiosional.   

Selain Kabupaten Karanganyar, pada kesempatan itu Menristek Suharna Surapranata juga menyaksikan penandatanganan naskah kesepahaman bersama 10 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.***

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014).
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author