KKP Dorong Lulusan Jadi Entrepreneur di Bidang Kelautan dan Perikanan

Jakarta, Technology-Indonesia.comBuah Sarikaya diganti buah anggur, kalau mau kaya jadilah entrepreneur. Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Edhy Prabowo menyampaikan pantun tersebut untuk memberi semangat pada ratusan peserta Temu Stakeholder Pendidikan & Bisnis Kelautan dan Perikanan yang digelar di Jakarta (16/12/2019). Kegiatan ini bertujuan menjaring minat dan motivasi dari lulusan sekolah menengah maupun perguruan tinggi untuk bergerak di bidang kelautan dan perikanan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kita untuk membangun komunikasi antara pelaku usaha dan stakeholder. Kita tidak hanya memproduksi tapi harus ada nilai tambah yang kita ciptakan serta ada terobosan atau temuan-temuan baru,” tuturnya.

Edhy mencontohkan bagaimana sekolah-sekolah di lingkup KKP telah menemukan terobosan-terobosan untuk pengolahan makanan seperti buah mangrove yang diolah menjadi sirup, jus, makanan, dan dodol. Inovasi-inovasi tersebut harus terus dikembangkan dan diperbanyak.

Mangrove, lanjutnya, salah satunya fungsinya untuk mendinginkan wilayah karena oksigen yang dihasilkan empat kali daripada pohon biasa. Buah mangrove, berdasarkan penelitian mengandung vitamin-vitamin yang manfaatnya cukup besar. Salah satunya untuk melawan proses penuaan (anti aging).

Dalam kesempatan tersebut, Edhy menyampaikan bahwa KKP terus mendorong kegiatan usaha di bidang kelautan dan perikanan, seperti mempercepat proses perizinan. Proses izin kapal tangkap misalnya dari yang sebelumnya memakan waktu 14 hari akan didorong agar selesai dalam hitungan jam.

“Dalam menjalankan usaha faktor modal dan pendanaan juga penting, karena itu pemerintah memberikan keringanan dalam Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tadinya Rp 25 juta sekarang sudah ditingkatkan menjadi Rp 50 Juta tanpa agunan,” terangnya.

Jika ada yang menginginkan modal yang lebih, bisa mengajukan pinjaman hingga Rp 50 miliar, tetapi dengan aturan dan agunan yang telah ditetapkan. Menurut Edhy, pemerintah menyediakan dana sekitar Rp 190 triliun uang untuk para pelaku usaha baik untuk pembudidaya, industri, UKM maupun usaha penangkapan ikan.

“KKP akan terus mengawal dan membantu serta memberikan pendampingan-pendampingan. Yang penting usaha atau kegiatan yang dilakukan bisa menyakinkan si pemberi kredit. Tinggal bagaimana usaha-usaha yang dirintis bisa menghasilkan atau mengembalikan pinjaman tersebut ini yang akan dilihat oleh pihak Bank,” kata Edhy.

Pihaknya berharap, kegiatan ini bisa menghasilkan gagasan baru dalam sektor usaha, bagaimana pendidikan bisa menyatu atau bertemu dengan dunia usaha, serta bagaimana pelajaran yang diberikan di sekolah bisa segera digunakan untuk kegiatan usaha.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja mengatakan untuk membentuk SDM unggul menuju Indonesia Maju pihaknya membuka seluas-luasnya dengan stakeholder perikanan dan kelautan serta mendorong usaha budidaya untuk bisa lebih maju.

Dari sisi pendidikan, BRSDM memiliki 22 politeknik KP dan 6 Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) yang dikelola secara profesional dengan membawa konsep industri ke dalam kampus (teaching factory). Pola pengajarannya 70% praktek dan 30% teori.

“Mereka diajar untuk pembentukan mental karakter, spiritual, ilmu pengetahuan dan keterampilan. Pada tahun akhir mereka disiapkan untuk menjadi entrepreneur,” terangnya.

Untuk mengasah jiwa entrepreneur, pihaknya mengundang tiga perguruan tinggi negeri yang sudah memiliki reputasi di bidang entrepreneur yaitu Universitas Bina Nusantara, Universitas Prasetya Mulya, dan Universitas Ciputra. Mereka menjadi mitra BRSDM untuk membina jiwa entrepreneur pada calon lulusan.

“Pada tahun terakhir mereka diminta untuk memilih satu produk yang akan mereka kembangkan menjadi produk bisnis. Beberapa sekolah kita sudah mampu membuat produk tertentu kemudian pada tahun terakhir mereka dapat dukungan pembiayaan dari LPUMKP (Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan) untuk menjadi startup atau pemula-pemula bisnis di sektor kelautan dan perikanan,” kata Sjarief.

Pembinaan startup juga melibatkan perusahaan-perusahaan terutama yang bergerak di sektor kelautan dan perikanan. Melalui acara ini, Sjarief berharap mereka mendapat motivasi sekaligus jalan cara menjadi seorang startup yang berhasil.

Kegiatan ini, menurut Sjarief, diselenggarakan setahun dua kali, saat mempersiapkan tugas akhir sehingga saat kelulusan sudah ada bentuk produk yang siap diluncurkan sebagai startup. “Kita akan bergilir di beberapa kota untuk menjaring minat, dan motivasi dari lulusan-lulusan kita maupun lulusan sekolah lain untuk bergerak di bidang kelautan dan perikanan,” pungkasnya.

Temu stakeholder ini menghadirkan berbagai narasumber dalam sesi talkshow yang dipandu Pandji Pragiwaksono. Narasumber yang dihadirkan antara lain Yugi Prayanto (Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Kelautan dan Perikanan), Aang Permana (Owner Crispy Ikan Sipetek dan Founder ikanovasi.com), dan Renanta (Owner Antaboga Aneka Pangan).

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author