Maros, Technology-Indonesia.com – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Ir, Fadry Djufry, M.Si selaku Ketua Umum Perhimpunan Meteorologi Indonesia (PERHIMPI) mengukuhkan Pengurus Pusat PERHIMPI Periode 2019 -2024 di Grand Town Hotel Mandai Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (13/12/2019). Pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Kongres VIII PERHIMPI yang digelar pada Oktober 2019.
Dalam arahannya, Fadjry mengharapkan agar pengurus pusat terpilih segera melaksanakan program kerja yang tertuang dalam Garis Besar Program Kerja 2019 – 2024 yang telah disusun dan mendukung program-program Kementerian Pertanian.
“Saya mengharapkan bapak dan Ibu ikut berkiprah bersama-sama PERHIMPI untuk mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern, sesuai dengan tagline Kementerian Pertanian saat ini. Khususnya yang terkait dengan iklim dan cuaca, serta isu keragaman dan perubahan iklim. Secara kelembagaan PERHIMPI harus muncul ke permukaan dalam memberikan dan menyuarakan pemikiran-pemikiran, dan action di lapangan baik nasional maupun internasional,” ungkap Fadjry.
Pengurus PERHIMPI terdiri dari para pakar dan pemerhati meteorologi pertanian khususnya dan pertanian umumnya yang tersebar di berbagai lembaga seperti Balitbangtan, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dan perguruan tinggi. Pengukuhan dilaksanakan bersamaan dengan Diskusi Kelompok Terfokus “Implementasi Aksi Iklim Melalui Gerakan Panen Dan Hemat Air Mendukung Korporasi Pertanian Tanaman Pangan” yang digelar Balitbangtan bekerjasama dengan PERHIMPI.
PERHIMPI merupakan satu-satunya himpunan profesi yang berkecimpung dalam meteorologi pertanian, dalam konteks iklim dan cuaca untuk pertanian. Pendiriannya bertitik tolak dari pemikiran bahwa kedua unsur sumberdaya alam tersebut sangat berperan dan menentukan keberhasilan pembangunan pertanian, dalam arti luas, termasuk kehutanan, kekuatan dan perikanan, dan lingkungan hidup.
Kiprah PERHIMPI selama kurun waktu 5 tahun terakhir diantaranya Gerakan Tanam Sejuta Pohon, Gerakan Nasional Hemat Air, Gerakan Nasional Panen dan Hemat Air Mendukung Bun-500, Kemandirian Pangan, dan Energi , Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu Versi 3.0 – Inovasi Standing Crop, Deklarasi Makassar dan Bogor “Rekomendasi Kebijakan dan Program Panen Air dan Pemanfaatan Air Efisien” dan Strategi Meningkatkan Kapasitas Adaptasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian.