Wamen Nezar Patria: Keamanan Siber Jadi Kunci Perlindungan Data dan Layanan Publik

TechnologyIndonesia.id – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan keamanan siber menjadi jaminan pelindungan data pribadi dan keberlangsungan layanan publik yang digunakan masyarakat setiap hari.

Dalam Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Executive Town Hall di Depok, Jawa Barat, Nezar menekankan bahwa keamanan siber tidak lagi bisa dipandang sebagai isu teknis semata atau sekadar respons terhadap serangan peretasan.

“Keamanan siber hari ini tidak bisa lagi dipahami sebagai isu teknis atau sekadar penanganan insiden peretasan,” ujar Nezar di BSSN Executive Town Hall di Depok, Jawa Barat, Senin (19/01/2026).

Ia menjelaskan ruang siber kini menjadi arena strategis yang berdampak langsung pada kehidupan publik, mulai dari layanan administrasi, kesehatan, bantuan sosial, hingga proses demokrasi.

“Ancaman utama bukan serangan siber besar yang spektakuler, melainkan penipisan kedaulatan yang berlangsung perlahan dari sistem,” kata Wamen Nezar.

Menurutnya, ketergantungan pada infrastruktur digital asing, kebocoran data strategis, dan manipulasi informasi berisiko menghentikan layanan publik dan menurunkan kepercayaan masyarakat.

“Infrastruktur digital harus diposisikan sebagai aset keamanan. Kabel laut, pusat data, cloud, sistem identitas, dan kecerdasan buatan adalah bagian dari medan strategis,” ujarnya.

Wamen Nezar mengutip laporan Global Cyber Security Outlook 2026 yang mencatat peningkatan sekitar 34 persen serangan ransomware bermotif geopolitik sepanjang 2025 dengan sasaran infrastruktur digital dan sektor kritis.

Karena itu, Wamen Nezar menegaskan langkah konkret pemerintah melalui penguatan peran BSSN untuk memastikan kesadaran situasional siber nasional, melindungi data warga, menjaga layanan publik tetap berjalan, serta mengamankan proses demokrasi.

“Di era geopolitik siber negara tidak kalah karena diserang tetapi karena ruang digitalnya dibiarkan dibentuk oleh pihak lain. Tugas kita memastikan ruang digital Indonesia tetap berada dalam kendali Indonesia,” tegasnya.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author