Jelang Idul Adha, Huawei I Do Care Berbagi Hewan Kurban ke 15 Kota di Indonesia

Jakarta, Technology-Indonesia.com – Jelang Hari Raya Idul Adha 1444 H, Huawei Indonesia menggelar kegiatan berbagi hewan kurban untuk masyarakat yang tersebar di 15 kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Magelang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Denpasar, Mataram, Medan, Pekanbaru, Palembang, Pontianak, Makassar, Sorong, dan Fak-Fak.

Donasi hewan kurban yang telah digelar Huawei Indonesia selama lima kali sejak 2019 ini dilangsungkan serentak di 15 masjid yang berada di 15 kota di Indonesia. Seremoni penyerahan hewan kurban dipusatkan di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Kamis (22/6/2023).

Kegiatan donasi hewan kurban tahun ini mengusung tema, “Huawei I Do Care – Berbagi Kebahagiaan dan Percepatan Ekonomi Digital Syariah.” Kegiatan ini digelar Huawei Indonesia dengan melibatkan komunitas muslim, kalangan dunia pendidikan, dan ekosistem masyarakat ekonomi syariah beserta dengan para pakarnya.

Selain merupakan representasi dari semangat berkontribusi yang terus berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Indonesia, aksi kepedulian ini menjadi momentum bagi Huawei Indonesia dalam menunjukkan dukungannya terhadap penguatan ekonomi syariah di Indonesia.

Menteri Agama (Menag) H. Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya melalui tayangan video menyampaikan pesan positif terhadap program kepedulian ‘Huawei I DO Care’ yang secara konsisten terus dilakukan oleh Huawei di Indonesia.

“Kementerian Agama menilai kontribusi Huawei sebagai bentuk nyata dari pelaksanaan prinsip Ukhuwah Islamiyah dalam mewujudkan kebaikan bagi sesama. Mari kita jadikan perayaan Idul Adha sebagai momentum menebar kebaikan melalui kolaborasi yang nyata bagi bangsa dan negara,” tutur Menag Yaqut.

Menurut Menag, Ibadah kurban tahun 2023 sangat spesial karena dalam beberapa tahun ke belakang kita diuji dengan adanya wabah Covid-19 yang menyebabkan mobilitas dibatasi dan peribadatan harus dilakukan di rumah masing-masing.

“Tahun ini keadaan membaik, pemerintah telah menetapkan kembali aktivitas di ruang publik sudah aman termasuk dalam ibadah kurban. Kondisi ini tentu harus kita syukuri dengan baik, hari-hari yang sebelumnya dibatasi sekarang kembali normal dan harus jauh lebih kondusif diisi dengan kebaikan-kebaikan,” tutur Menag Yaqut.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin mengatakan, dengan populasi muslim terbesar di dunia dan penetrasi internet yang semakin meningkat, Indonesia memiliki potensi besar untuk ekonomi digital syariah.

“Melalui kolaborasi sinergis antara pemerintah, dunia usaha, komunitas masyarakat ekonomi syariah, serta penyedia TIK seperti Huawei, kita dapat mengoptimalkan berbagai potensi tersebut serta mendorong pemanfaatan ekonomi digital syariah yang lebih maju dan adaptif. Kami mengapresiasi komitmen Huawei I DO Care sebagai bentuk konsistensi dari Huawei dalam berkontribusi mendukung transformasi digital di Indonesia,” ujarnya.

Sehubungan dengan komitmen I DO Care yang mendasari penyelenggaraan berbagi kebaikan dan kepedulian Huawei di Indonesia, Director of ICT Strategy and Business, Huawei Indonesia, Mohamad Rosidi mengungkapkan bahwa sinergi dan kerja sama yang dilakukan dengan dukungan pemerintah.

Sinergi dan kerja sama tersebut antara lain adalah untuk memberdayakan komunitas muslim yang berasal dari berbagai tingkatan, dari pelajar atau santri, generasi muda calon pemimpin masa depan, hingga technopreneur guna mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang lebih baik.

“Semangat berkolaborasi menjadi motor Huawei dalam berkontribusi di Indonesia. Di bidang TIK, Huawei telah berkomitmen mendukung keseriusan pemerintah dalam mencetak talenta-talenta cakap digital yang kelak menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi, termasuk ekonomi syariah, yang sangat dipengaruhi oleh aktivitas digitalisasi dan transformasi digital,” tutur Mohamad Rosidi.

“Huawei telah memberikan pelatihan, pembekalan dan sertifikasi kepada lebih dari 80 ribu talenta digital yang tersebar dari seluruh wilayah Indonesia. Hingga 2025, kami menargetkan mampu melahirkan 100 ribu talenta digital di Indonesia yang berkompetensi,” imbuhnya.

Berdasarkan data State of the Global Islamic Economy Report 2022, Indonesia tercatat sebagai negara ekonomi berbasis syariah terbesar keempat di dunia. Indonesia membutuhkan lebih banyak SDM di bidang TIK yang berkualitas guna memperkuat posisinya sebagai salah satu pelaku utama ekonomi berbasis syariah di dunia.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Amirsyah Tambunan mengatakan pelibatan penyedia solusi TIK terkemuka seperti Huawei, sebagai mitra, sangat diperlukan dalam membentuk ekosistem ekonomi syariah.

“Sebagai contoh, solusi digital yang memudahkan proses sertifikasi halal akan sangat membantu pelaku UMKM. Manfaat solusi teknologi seperti inilah yang dapat mendukung terciptanya ekosistem bisnis berbasis syariah yang berkelanjutan,” kata Amirsyah.

H. Choirul Sholeh Rasyid, Ketua Tanfidziah PBNU mengatakan Indonesia membutuhkan aksi dan kolaborasi nyata seperti yang dilakukan oleh Huawei, diantaranya memberikan pelatihan dan pendampingan digital bagi pelaku UMKM sehingga bisa mengejar ketertinggalan. “Ini merupakan fondasi pengembangan ekonomi dan bisnis berbasis syariah di era digital yang dinamis ini,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Satu Majelis Ekonomi Bisnis Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Mukhaer Pakkanna mengatakan wirausaha muslim perlu menyadari pentingnya penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung pertumbuhan bisnis mereka.

“Implementasi TIK dapat meningkatkan kualitas serta menjadi bekal ketika mereka mulai mengalihkan orientasinya ke pasar ekspor. Sehingga Indonesia akan memiliki produk juara yang dapat bersaing di ranah global,” kata Mukhaer Pakkanna.

Selain menyalurkan hewan kurban, Huawei juga menggelar ajang apresiasi bagi masyarakat yang telah menyebar kebaikan bagi sesama. Huawei memberikan “Anugerah Masyarakat Cerdas dan Insipratif 2023” kepada sosok inspiratif yang terbagi dalam tiga kategori.

Kategori Tokoh Penggerak Zakat diberikan kepada Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional, Saidah Sakwan. Kategori Tokoh Wanita Penggerak Literasi Bangsa diberikan kepada Firan Tani, seorang novelis dari PNM. Sementara Kategori Kepemimpinan Perempuan Disabilitas dalam Membangun Masyarakat Inklusif diberikan kepada Ketua Umum Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Revita Alwi.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014).
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author