Dorong Digitalisasi Nasional, ABDI dan Huawei Gelar Webinar Tata Kelola Data dan Cloud

Jakarta, Technology-Indonesia.com – Asosiasi Big Data dan AI (ABDI) berkolaborasi dengan Huawei Indonesia pada Rabu (27/8/2020) menggelar diskusi daring nasional bertema Tata Kelola Data dan Cloud untuk Mendorong Digitalisasi Nasional. Gelaran ini bertujuan menyeleraskan pemahaman, sekaligus memperkuat komitmen bersama masyarakat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan ekosistem industri Cloud dan Data, serta bertukar wawasan tentang Kedaulatan Data dan Cloud serta Tata Kelolanya di Indonesia.

Ketua Umum ABDI, Rudi Rusdiah dalam keterangannya mengatakan, sejak sebelum era Pandemi Covid 19, dunia sudah memasuki era pertumbuhan masif dari big data. Sayangnya, pertumbuhan ini juga diikuti banyaknya dark data atau data yang tidak relevan dan tidak bermanfaat; data hoax yang tidak berdasarkan fakta serta maraknya serangan hackers dan tumbuhnya dark web dan deep web, dimana banyak data ilegal (curian) dan alat peretas diperdagangkan.

Pandemi Covid 19 dengan protokol WfH (Work from Home) menambah kerentanan, karena para hacker memanfaatkan para pegawai perusahaan yang bekerja di luar kantor dan di luar perimeter atau jangkauan pengamanan firewall di kantor. Bekerja dirumah atau dimana saja dan kapan saja, memberi kesempatan bagi para peretas atau hacker untuk dapat melakukan penetrasi, peretasan dan pencurian big data dari enterprise.

ABDI dalam webinar ini menganjurkan kolaborasi semua stakeholder dibawah BSSN termasuk dari sektor swasta, enterprise dan akademis untuk bersama-sama menghadapi kerentanan dan bersama sama meningkatkan ketahanan siber di masing-masing komputer dan institusi. Virus biologi seperti Covid 19 ataupun virus komputer seperti malware tidak mungkin diberantas habis, namun akan terus bermutasi, berevolusi dan menyerang setiap saat. Karena itu, pertahanan dan keamanan siber harus selalu waspada dan siap melakukan perubahan dan perbaikan secara berkala. Manusia harus dapat hidup bersama ancaman dan selalu waspada (alert).

ABDI menambahkan, regulasi harus juga mengikuti perkembangan zaman. Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya regulasi untuk melindungi data pribadi masyarakat Indonesia dan kedaulatan data harus terus diperjuangkan. Perkembangan data yang masif di data center, sekarang mulai bermigrasi ke sistem virtual clouds baik public maupun private clouds, mengharuskan teknologi maupun regulasi keamanan data harus terus beradaptasi dan disempurnakan menghadapi era New Now dan Perubahan.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) LetJen. TNI (Purn) Hinsa Siburian yang hadir sebagai pembicara utama mengatakan, Pemerintah Indonesia membentuk BSSN menjadi Badan Siber kelas dunia seperti pada negara-negara maju lainnya. Dunia siber sangat penting untuk dikelola karena mampu memberikan keuntungan ekonomi bagi negara. Selain itu, dunia siber harus dikelola agar dampak berupa ancaman bagi negara dapat diantisipasi.

“Tantangan besar bagi negera ini dalam menghadapi dunia digitalisasi, permasalahan yang terjadi di ranah siber menyangkut masalah keamanan dan kesejahteraan negara. Visi dan misi BSSN adalah menjaga keamanan siber secara efektif dan efisien,” ujar Kepala BSSN.

Arus pertukaran data dan informasi lintas server yang melewati lintas kewilayahan suatu negara menjadi satu kesatuan yang melandasi kegiatan-kegiatan ekonomi di era ekonomi digital saat ini. Data mencakup banyak aspek dan terdiri dari rangkaian informasi antara manufaktur-manufaktur yang menjadi penyusun mata rantai suplai dunia, hingga data finansial dan transaksi belanja yang dilakukan secara daring. Aliran data tersebut mendukung vendor-vendor e-commerce dalam melayani pesanan dan suplai produk, baik domestik maupun di manca negara.

“Dengan menjadikan data sebagai penggerak utama, teknologi mutakhir, seperti Kecerdasan Artifisial (AI), analitik pembelajaran mesin, hingga komputasi cloud dapat diterapkan di marketplace daring dan turut mendorong terjadinya evolusi pada model bisnis yang mereka jalankan,” imbuhnya.

BSSN telah merilis Pedoman Proteksi terhadap serangan Distributed Denial-of-Service (‘DDoS’) bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Pedoman ini memberikan informasi mengenai banyak hal, mencakup bagaimana menerapkan teknik perlindungan melawan serangan DDoS, berikut strateginya dalam meminimalisasi dampak, sekaligus menggarisbawahi akan pentingnya membentuk tim respons, menyiapkan dokumentasi yang diperlukan dalam prosesnya, hingga menyiapkan peranti yang dibutuhkan dalam mengatasi dan memitigasi risiko serangan.

Sementara itu, Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia mengatakan, di era infrastruktur mutakhir, komputasi menjadi sumber daya baru bagi tumbuhnya produktivitas. Di masa kini, material mentah berwujud data, sementara, teknologi Cloud, AI, dan 5G menjadi mesin-mesin utama penggerak produksi. Kehadiran infrastruktur mutakhir menjadi momentum guna mendorong suksesnya tranformasi digital. Huawei secara tegas mendukung kedaulatan data bagi Indonesia.

Ia menambahkan, Huawei berkomitmen untuk memenuhi persyaratan pengembangan di semua negara berdaulat. Secara global, Huawei telah menggelontorkan investasi di ranah komputasi Cloud dalam 12 tahun lebih. Dalam kurun waktu tiga tahun ke belakang, Huawei terus menguatkan komitmennya untuk meningkatkan besaran investasi di bidang Cloud, menghadirkan layanan hingga ke 45 zona di 23 kawasan di dunia, termasuk di Indonesia.

Selama 20 tahun hadir dan berkembang di Indonesia, Huawei akan terus berinvestasi pada inovasi teknologi utama terbarukan di Cloud, 5G, dan AI, sesuai dengan peraturan setempat untuk memastikan keamanan dan keandalan informasi dan data. Huawei meyakini perkembangan ekosistem infrastruktur TIK yang kuat di Indonesia dapat mendukung percepatan digitalisasi nasional, menuju Indonesia yang cerdas dan saling terhubung sehingga menjadi 10 negara dengan ekonomi teratas dunia pada 2030 dan menjadi negara maju pada 2045.

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi panel yaitu Asdep Deputi VII Kemenko Polhukam, Marsma TNI. Dr. Sigit Priyono, M.Sc; Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Hukum, Prof. Dr. Henri Subiakto, SH, MA; Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN, Anton Setiyawan S.Si., M. M; Head of Big Data, Group Head Big Data, IoT and Research PT Telkom Indonesia, Komang Budi Aryasa; dan moderator Direktur Eksekutif ICT Institute Ir. Heru Sutadi.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author