Progres Jembatan Gantung di Gampong Lhok Sanding Capai 65 Persen

TechnologyIndonesia.id – Pembangunan jembatan gantung di Gampong Lhok Sanding, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, kini telah mencapai progres 65 persen. Infrastruktur vital ini menjadi simbol sinergi dan percepatan pemulihan pascabanjir besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.

Jembatan gantung tersebut dibangun untuk menggantikan akses penyeberangan yang terputus total setelah dihantam banjir kiriman dari hulu Sungai Meureudu. Putusnya jembatan sempat melumpuhkan aktivitas warga, mulai dari mobilitas harian, distribusi logistik, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.

Sungai Meureudu yang membelah Kabupaten Pidie Jaya merupakan sungai induk dengan sejumlah anak sungai sebelum bermuara ke Selat Malaka. Karakteristik geografis ini membuat wilayah hilir sangat rentan ketika hujan lebat berdurasi panjang mengguyur kawasan hulu.

Pada akhir November 2025, fenomena Siklon Senyar memicu curah hujan ekstrem. Debit air Sungai Meureudu meningkat drastis hingga melampaui kapasitas tampungnya. Banjir kiriman tidak hanya membawa limpahan air, tetapi juga material destruktif seperti kayu gelondongan, sampah, pasir, dan bebatuan besar.

Material tersebut menghantam berbagai infrastruktur vital, termasuk jembatan penyeberangan di Gampong Lhok Sanding yang akhirnya roboh dan memutus akses utama warga.

Pasca-penanganan darurat, pemerintah kini berfokus pada fase pemulihan infrastruktur demi mengembalikan konektivitas warga yang sempat lumpuh total.

Pembangunan kembali akses di Lhok Sanding diwujudkan melalui proyek strategis jembatan gantung yang melibatkan kolaborasi antara tim ahli Vertical Rescue Indonesia dan prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 836/Brahma Yodha (Yonif TP 836/BY).

Dengan dukungan penuh material bangunan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tim gabungan ini terus berjibaku siang dan malam guna memastikan pembangunan berjalan sesuai target.

Saat ini, akumulasi progres fisik pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 65 persen. Secara teknis, sejumlah tahapan utama telah berhasil dituntaskan hingga 100 persen, meliputi pengeboran besi palang, pembentangan enam sling utama (atas dan bawah), mobilisasi material batu dan pasir ke titik A dan B, serta pengecatan dasar atau meni pada gapura di kedua sisi jembatan.

“Percepatan kini dialihkan pada berbagai struktur pendukung lainnya agar jembatan dapat segera difungsikan secara aman,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melalui siaran pers pada Minggu (22/2/2026).

Pekerjaan pada pondasi di titik A, pembentangan sling pagar horizontal, pemotongan sling rawayan, serta pembuatan plang gapura dan turunan tepi jauh kini telah memasuki tahap penyelesaian akhir dengan rata-rata progres antara 90 hingga 95 persen.

Di sisi lain, tim di lapangan tetap memacu pemasangan palang yang telah mencapai 45 persen serta pengecatan akhir gapura sebesar 30 persen. Fokus pengerjaan juga diarahkan pada pembuatan dudukan sling horizontal serta struktur sayap jembatan.

Sinergi antara keahlian teknis medan ekstrem dari Vertical Rescue dan dedikasi personel teritorial Yonif TP 836 memastikan jembatan ini dibangun dengan standar keamanan tinggi untuk mengakhiri keterisolasian warga Gampong Lhok Sanding.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author