Pemuda Indonesia Harus Tahu Perkembangan Iptek Internasional

Pemuda Indonesia harus lebih membuka mata terhadap perkembangan antar bangsa jika ingin memiliki keterlibatan lebih tinggi di kancah persaingan internasional. Pemuda yang tidak memiliki sikap mawas dan tidak mau lebih terbuka, masa depan Indonesia bisa tertinggal.

Untuk itulah Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) dan pemerintah provinsi Jateng serta kota Semarang menyelenggarakan “the 4th APEC Future Scientist Conference (AFSC)”. Di ajang ini, kalangan muda Indonesia belajar bekerjasama dengan mentor dan sesama pelajar untuk mengembangkan ide sains yang bisa memecahkan suatu masalah global

Menteri Negara Riset dan Teknologi yang diwakili oleh Plt. Deputi Bidang Jaringan Iptek, Amin Soebandrio mengatakan iptek merupakan jantung dari inovasi yang memberikan kehidupan pada perekonomian suatu bangsa. Apresiasi tinggi terhadap iptek seperti itulah yang harus secara terus-menerus ditanamkan di dalam benang kalangan generasi muda.

Menurut Amin Soebandrio,pemuda memiliki potensi primer dalam mengembangkan daya saing nasional, sebagaimana dinyatakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2010-2014. Selain itu, iptek bagi kalangan pemuda diarahkan untuk memberikan dampak langsung bagi percepatan pemerataan pembangunan nasional, sebagiamana dinyatakan dalam Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Untuk itu, Ristek telah memiliki sejumlah program seperti Science For All, Science and Technology Talk and Dialogue (Iptek Talk), Science Camp, dan lain-lain. Seluruh program tersebut memiliki dimensi tujuan untuk mendukung perkembangan kapasitas SDM di bidang iptek. Selain itu, pendidikan iptek juga ikut ditunjang dengan adanya Pusat Peragaan Iptek (PP-Iptek), yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). PP-Iptek merupakan wahana pembelajaran iptek interaktif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014).
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author