Jakarta, Technology-Indonesia.com – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah menghasilkan berbagai varietas unggul baru (VUB) pada komoditas padi untuk mendukung pertanian di Indonesia. Salah satunya, varietas Cakrabuana Agritan, VUB padi berumur genjah yang dirakit dan dilepas oleh Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi) pada 2018. Potensi hasil panennya pun tergolong sangat tinggi untuk kelompok padi super genjah, karena bisa mencapai 10,2 ton per hektare (ha) gabah kering panen (GKP).
Di lahan sawah, postur tanaman varietas ini cukup pendek karena hanya setinggi 95 cm, sehingga lebih tahan rebah. Anakan varietas ini juga banyak, jika dibudidayakan optimal berkisar 30-40 anakan. Panen dari varietas ini pada umur 104 hari setelah semai (hss) atau setara dengan 75-80 hari setelah tanam (hst).
Balitbangtan melalui BB Padi juga merakit VUB padi yang memiliki kandungan Zinc yang tinggi yaitu Inpari Nutri Zinc. Varietas ini merupakan hasil terobosan pemuliaan tanaman padi untuk menyediakan pangan dengan kandungan gizi tertentu, yaitu Zinc. Fungsi Zinc terbilang sangat vital bagi kelangsungan hidup sel-sel tubuh manusia. Zinc atau Zn merupakan komponen pembentuk lebih dari 300 enzim yang berfungsi antara lain untuk penyembuhan luka, menjaga kesuburan, sintesa protein.
Padi varietas Nutri Zinc merupakan jenis padi yang dapat membantu meningkatkan gizi dan sekaligus mengurangi masalah stunting, karena mempunyai keunggulan mengandung kandungan Nutri Zinc lebih tinggi 30% dari beras biasa. Selain itu, beras tersebut mempunyai manfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh yang berguna untuk meningkatkan gizi dan nutrisi.
Melihat potensi yang sangat bagus ini, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian dan Balitbangtan melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tengah bekerjasama mengembangkan perbenihan padi Inpari Nutri Zinc dan Cakrabuana Agritan di Kabupaten Donggala dan Kabupaten Toli-Toli dengan total luasan 40 hektare, dan masing-masing sebesar 20 ha.
Sebagai penanda dimulainya pengembangan dua VUB padi tersebut maka pada Sabtu (11/12/21), dilakukan tanam perdana Denfarm VUB padi Nutri Zinc dan Cakrabuana Agritan pada Kelompok Tani Antu-Antu II Desa Siboang Kecamatan Sojol.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan bimbingan teknologi perbenihan padi ini dihadiri oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengmbangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Kepala BPTP Sulawesi Tengah, Ketua DPR Kabupaten Donggala, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi yang diwakili oleh Pengawas Benih dan POPT Wilayah Sojol, Danramil, Kapolsek, Camat, Kepala Desa Siboang, Kepala BPP Siboang dan seluruh Penyuluh wilayah Sojol serta seluruh Petani Kooperator yang terlibat di kegiatan perbenihan.
Kepala BBP2TP Fery Fahruddin Munier dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan kerjasama ini menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja sama semua pihak dan diharapkan juga dapat menggandeng Dinas Kesehatan untuk membantu penyebarluasan penggunaan Inpari Nutri Zinc dalam mengatasi stunting.
Fery juga menambahkan bahwa, yang tak kalah pentingnya dengan pengembangan perbenihan ini yaitu diharapkan juga terjadi peningkatan produktivitas dan kontinuitas perbenihan padi agar ketersediaan benih VUB berkualitas secara berkelanjutan.
Ketua DPRD Kabupaten Donggala Takwin turut berbangga dengan padi Inpari Nutri Zinc temuan Balitbangtan yang bisa memperbaiki generasi penerus melalui perbaikan stunting. “Mudah-mudahan ini dapat memajukan ketahanan pangan kita serta bisa menjadi embrio Desa-Desa lainnya yang maju, mandiri, dan modern,” tuturnya.
Kegiatan Pengmbangan perbenihan ini diharapkan bermanfaat bagi petani, dan kegiatan ini sebagai “Learning By Doing” bisa menirukan teknologi yg diberikan BPTP Sulteng dan menularkan pada petani – petani lainnya. (Sumber BPTP Sulteng)
Pengembangan Padi Unggul Balitbangtan di Sulawesi Tengah
