Panen Jagung di Lahan Peremajaan Kelapa Sawit

Jakarta, Technology-Indonesia.com – Kebutuhan akan peremajaan (replanting) kelapa sawit khususnya Provinsi Jambi baik bagi pemerintah maupun masyarakat merupakan prioritas. Rendahnya produktivitas kelapa sawit mengganggu perekonomian masyarakat Provinsi Jambi yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani kelapa sawit. Penanaman tanaman sela selama kebun sawit diremajakan bisa menjadi solusi bagi petani agar memiliki penghasilan lain.

Kondisi perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi pada tahun 2013-2017, berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Jambi menunjukkan bahwa luas lahan tanaman belum menghasilkan (TBM), tanaman menghasilkan (TM), tanaman tidak menghasilkan (TTM) atau tanaman rusak (TR), dan produksi kelapa sawit di Provinsi Jambi pada umumnya mengalami peningkatan.

Peningkatan luas areal dan produksi kelapa sawit setiap tahunnya dapat memberikan arti ekonomi, karena selain sebagai devisa negara juga dapat memberikan peningkatan pendapatan petani khususnya di Provinsi Jambi. Namun yang menjadi permasalahan adalah semakin tingginya luas TTM atau TR khususnya pada 2016 yaitu sebesar 24.185 hektare (ha) dan pada 2017 sebesar 27.054 ha. Tingginya luas lahan kelapa sawit TTM atau TR ini mengakibatkan kerugian bagi petani karena tanaman tidak dapat memberikan hasil atau pendapatan.

Tabel Luas Areal Perkebunan Kelapa Sawit dan Jumlah Produksi Tanda Buah Segar (TBS) di Provinsi Jambi Tahun 2013-2017 

Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Tahun 2017

Pola pikir petani pada dasarnya menganggap bahwa peremajaan merupakan hal yang sulit dilakukan dan membutuhkan modal yang besar. Peremajaan membuat sumber pendapatan mereka dari kebun akan terputus. Sebagian petani juga tidak memiliki sumber pendapatan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hal ini menjadi kendala bagi petani jika hanya menggantungkan hidupnya dari kebun yang diremajakan serta tidak memiliki penghasilan lain hingga tanaman baru berproduksi. Sementara, keberhasilan peremajaan dinilai sangat penting bagi kelangsungan hidup petani. Untuk mensiasati hal tersebut, penanaman tanaman sela bisa dilakukan agar petani mendapatkan penghasilan dari tanaman lain.

Dalam menanam tanaman sela harus diperhatikan beberapa syarat yaitu tidak menjadi kompetitif terhadap tanaman kelapa sawit, sistem perakaran berbeda dengan kelapa sawit, sehingga tidak bersaing dalam penyerapan hara dan air, dan populasi kelapa sawit tidak berkurang karena penanaman tanaman sela. Syarat lainnya, bukan merupakan tanaman yang memiliki peluang terserang hama dan penyakitnya sama dengan kelapa sawit, pengelolaan budidayanya tidak rumit (sederhana), bernilai ekonomis dan menguntungkan, memiliki permintaan pasar yang baik, terutama pada pasar wilayah lokal, dan jika memungkinkan, tanaman dapat meningkatkan kesuburan tanah dan memiliki efek alelopati positif terhadap kelapa sawit.

Berbagai literatur menunjukan bahwa tanaman sela pada kelapa sawit dapat dilakukan pada tanaman semusim dan tahunan. Tanaman semusim yang dapat ditanam meliputi tanaman pangan seperti jagung, padi, kedelai, dan singkong. Serta, tanaman hortikultura berupa sayuran seperti cabe, pare, dan bawang merah maupun buah-buahan seperti semangka, nenas dan pisang. Menurut Sutarta et al., (2012), periode pemanfaatan lahan kelapa sawit untuk tanaman sela dengan tanaman tumpangsari disarankan hanya dua tahun (TBM 2) dengan pertimbangan pertumbuhan tanaman kelapa sawit dan perawatan tanaman kelapa sawit mulai intensif.

Sedangkan tanaman tahunan dapat berupa gaharu, jati putih, kakao dan karet. Gaharu ditanam diantara tanaman kelapa sawit dengan pengaturan jarak tanam. Sedangkan jati putih, kakao, dan karet ditanam di pinggiran kebun kelapa sawit (Sebayang dan Winarto, 2014). Secara teknis, tanaman padi, jagung, dan kedelai (pajale) dapat ditanam di areal TBM kelapa sawit terutama jagung dan kedelai. Berdasarkan penelitian Agustira, dkk pada tahun 2018 secara ekonomi dan finansial tanaman sela jagung layak diusahakan dan memiliki produktivitas lebih tinggi dari tanaman monokultur lainnya.

Peneliti Madya Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi, Dr. Araz Meilin, SP., MSi pada tahun 2019 melaksanakan penelitian kajian perakitan teknologi budidaya jagung toleran kekeringan dan naungan spesifik lokasi. Salah satu demplot penelitian dilakukan pada lahan replanting kelapa sawit di Kabupaten Muaro Jambi.

Pengalaman hasil panen jagung petani pada lahan replanting kelapa sawit dapat mencapai 5-7 ton/ha yang dapat diperoleh dalam waktu 100 hari. Jika hasil jual jagung pipilan kering pada saat panen mencapai Rp.4.500/kg, maka petani mendapatkan hasil Rp. 22,5 juta – Rp. 31,5 juta setiap panen.

Jika 50-60 persen adalah biaya produksi jagung, maka tambahan penghasilan dari satu kali panen jagung adalah diatas Rp 10 juta. Jika panen jagung dapat dilakukan 3 kali setahun, pendapatan petani dari hasil jagung sebagai tanaman sela bisa mencapai Rp 30 juta pertahun.

Dari hasil panen tersebut, budidaya jagung sebagai tanaman sela atau tumpang sari pada lahan replanting kelapa sawit dapat sebagai substitusi pendapatan bagi petani. Tanaman hortikultura yang sudah dicoba oleh petani pada lahan replanting kelapa sawit di Kabupaten Muaro Jambi adalah semangka yang juga menjanjikan nilai subsitusi pendapatan bagi petani. (BPTP Jambi/Ike Wirdani Putri, Husnul Ardi, Icha Viasti Mabrukah)

Artikel ini disunting dari naskah berjudul Substitusi Pendapatan Petani Melalui Teknologi Budidaya Jagung Pada Lahan Peremajaan (Replanting) Kelapa Sawit yang meraih Juara II Penyusunan Artikel Diseminasi Inovasi Pertanian yang digelar oleh BPTP Balitbangtan

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author