BRIN Raih Pertamina Foundation Sains 2025 Berkat Teknologi Pirolisis dan Padi Tahan Salinitas

TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menorehkan prestasi. Tim Peneliti dari Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan (PRSIMB) BRIN berhasil meraih penghargaan Pertamina Foundation (PF) Sains 2025 berkat riset inovatif yang menggabungkan teknologi pirolisis dan pengembangan varietas padi tahan salinitas.

Riset ini dimotori oleh Tri Martini, peneliti dari Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) dengan tema strategis bertajuk Hilirisasi Inovasi Berbasis Pirolisis dan Varietas Padi Tahan Salinitas untuk Optimalisasi Lahan Marjinal Pesisir Indonesia.

PF Sains 2025 mengukuhkan 25 Pemenang dari lebih 1000 proposal yang berkompetisi dengan mengangkat tema “Mendorong Hilirisasi Riset Energi dan Pangan.”

Tri menjelaskan bahwa riset ini menekankan pada hilirisasi inovasi berbasis teknologi pirolisis multikondensor untuk mengolah sampah plastik di kawasan pesisir yang dipadukan dengan pemanfaatan lahan marjinal di kawasan terdampak rob.

“Dengan pengembangan varietas tanaman padi tahan salinitas sebagai pendekatan terpadu untuk optimalisasi kawasan pesisir,” kata Tri saat menerima penghargaan pada gelaran tersebut, pada Jumat (9/1/2026) di Semarang.

Lahan marjinal pesisir Indonesia yang luasnya sekitar 24 juta hektare terutama di sekitar muara sungai dan wilayah padat penduduk sering menjadi titik akhir aliran sampah dari daratan.

“Lahan dengan karakteristik lahan basah pesisir pun menghadapi tantangan serius termasuk akibat tekanan salinitas, cemaran sampah, dan keterbatasan teknologi pengelolaan limbah, baik anorganik maupun organik,” ungkap Tri.

Anggota tim dari pelopor Bank Sampah Banjarnegara, Budi Trisno Aji menjelaskan teknologi pirolisis digunakan untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif. Hasil yang diperoleh dapat berfungsi menjalankan mesin diesel bagi alat mesin pertanian dan perahu nelayan wilayah pesisir.

Sementara itu, pemilihan dan adaptasi varietas tahan salinitas difokuskan pada padi yang mampu tumbuh di lingkungan pesisir dengan kadar garam tinggi.

Peneliti PRSIMB BRIN, Vina Eka Aristya mengungkapkan riset ini mengadopsi skema hilirisasi yang berbasis kemitraan antar lembaga riset, sektor swasta, dan komunitas lokal. “Kerja bareng bertujuan meningkatkan produktivitas, ketahanan ekosistem, dan nilai ekonomi lahan pesisir,” tegasnya.

Kepala PRSIMB BRIN Nugroho Adi Sasongko menyebut sinergi antara inovasi teknologi pirolisis dan pendekatan varietas adaptif memberikan potensi besar bagi transformasi wilayah marginal, sehingga menjadi pusat produksi hijau yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, inovasi tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) karena mampu memperkuat ketahanan ekosistem sekaligus meningkatkan ekonomi lokal.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author