TechnologyIndonesia.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Perusahaan Umum (Perum) BULOG memperkuat kolaborasi strategi melalui penandatanganan Adendum Nota Kesepahaman (MoU) terkait pemanfaatan hasil penelitian dan inovasi di bidang pangan di Jakarta pada Jumat (27/3/2026).
Kerja sama ini menjadi momentum penting dalam menjawab tantangan besar logistik pangan di Indonesia, khususnya dalam menjaga kualitas stok beras dan komoditas pangan lainnya agar tetap tahan lama, namun tetap efisien dari sisi biaya.
Penandatanganan Adendum Nota Kesepahaman dihadiri Kepala BRIN, Arif Satria, dan Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani. Sinergi ini berfokus pada penerapan teknologi penyimpanan pascapanen tanpa bergantung pada sistem pendingin konvensional yang berbiaya tinggi.
Kepala BRIN, Arif Satria menekankan bahwa BRIN telah mengembangkan inovasi penyimpanan pangan yang mampu menyimpan komoditas dalam suhu ruang atau tanpa pendingin, namun tetap menjaga kualitasnya dalam jangka waktu yang lama.
“BRIN punya teknologi untuk penyimpanan telur bisa sampai 2 bulan, beras sampai 2 tahun. Teknologi itu tidak menggunakan pendingin. Jadi hemat energi, biasanya kan menggunakan pendingin, sehingga cost yang dikeluarkan tinggi sekali,” jelas Arif.
Teknologi ini telah melalui berbagai tahap uji coba untuk berbagai komoditas pertanian seperti bawang merah. Untuk skala besar di gudang-gudang BULOG, BRIN siap melakukan penyesuaian teknis agar teknologi ini dapat segera diadopsi secara masif.
Teknologi Iradiasi Pangan
Selain teknologi pergudangan, BRIN juga menawarkan solusi pengawetan makanan melalui teknologi iradiasi pangan. Arif mengungkapkan BRIN baru saja meresmikan fasilitas Food Saver di Pasar Jumat, Jakarta, yang memanfaatkan teknologi nuklir untuk menjamin keamanan pangan (food safety) dan membasmi hama seperti lalat buah pada komoditas ekspor.
Teknologi iradiasi ini dipandang jauh lebih efektif dibandingkan metode fumigasi kimiawi yang selama ini umum digunakan. Dengan kapasitas proses mencapai 25 ton per jam, investasi teknologi ini di gudang-gudang BULOG diharapkan dapat mempercepat pengawetan stok pangan nasional secara signifikan.
Arif juga menyebutkan bahwa pihaknya memiliki Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) yang siap menyuplai tenaga ahli bagi BULOG, jika nantinya investasi teknologi iradiasi pangan diimplementasikan secara luas.
Hal ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kerja yang lengkap, mulai dari penelitian, teknologi, hingga ketersediaan tenaga kerja ahli.
Dukungan Teknologi BRIN
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani mengapresiasi dukungan BRIN melalui beragam teknologi guna memproses transformasi besar yang tidak hanya mengelola beras, tetapi juga mengendalikan sembilan bahan pokok sesuai arahan pemerintah.
“BULOG sendiri tidak bisa memelihara kondisi beras itu bisa bertahan lama. Karena itu kami, staf-staf sudah berdiskusi bagaimana caranya mencari teknologi-teknologi baru yang bisa menjaga produk BULOG bisa bertahan lama,” papar Rizal.
“Bukan hanya beras, tapi juga produk-produk lain. Apalagi sekarang BULOG ini sedang bertransformasi proses ke depan, nanti BULOG akan berkembang mengendalikan sembilan bahan pokok,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan teknologi ini sejalan dengan target ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.
Dalam waktu dekat, pemerintah akan membangun 100 unit infrastruktur pascapanen sebagai bagian dari penguatan sistem pangan nasional. Program ini bahkan dirancang sebagai proyek multiyears yang akan berlanjut hingga tahun 2027.
Rizal berharap, teknologi dari BRIN dapat diimplementasikan dalam pembangunan gudang-gudang tersebut, sehingga fasilitas penyimpanan yang dibangun tidak hanya modern, tetapi juga efisien dan berkelanjutan.
Urgensi penerapan teknologi BRIN semakin jelas mengingat proyeksi kenaikan stok pangan nasional. Rizal memprediksi pada 2026, minimal stok yang dikelola BULOG akan mencapai 6 juta ton. Per Maret 2026, stok BULOG sudah menyentuh angka 4,27 juta ton, melampaui pencapaian tahun sebelumnya.
“Untuk itu kami mohon support dari BRIN, supaya makin banyak stok, maka otomatis makin banyak yang akan diendapkan di gudang. Bagaimana supaya tahan lama, namun kualitasnya tidak turun,” harapnya. (Sumber: brin.go.id)
Inovasi BRIN Siap Bantu BULOG Simpan Beras hingga 2 Tahun Tanpa Pendingin
