Menulis limiah harus ditunjang dengan membaca dan memahami berbagai hal, kata Dekan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang , Bambang Pudjianto saat membuka Pelatihan Penulisan Ilmiah Populer , di Kampus Tembalang Universitas Diponegoro, Senin (7/3).
“Program penulisan yang diselenggarakan di perguruan tinggi ini sangat baik. Khususnya dalam menumbuhkan semangat membaca dalam pengertian meneliti,” jelas Bambang yang saat itu didampingi Ketua Jurusan Perencanaan Wilayah Kota, Imam Buchori.
Bambang berharap peserta pelatihan penulisan memanfaatkan kesempatan ini dan bisa menularkan kepada teman lainnya. “Ke depan, pelatihan seperti ini bisa diadakan lagi untuk para dosen,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Program Pelatihan Penulisan Ilmiah Populer Mapiptek, Edy Kuscahyanto menambahkan mahasiswa Undip yang merupakan mahasiswa terpilih jangan hanya menjadi intelektual menara gading. “ Mahasiswa harus bertanggungjawab kepada masyarakat dengan menjadi intelektual publik,” katanya.
Oleh karena itu Edy memberikan kiat kepada para peserta agar segera menuangkan gagasan terkait keilmuan yang dimiliki mahasiswa. “Cara yang paling efektif menulis ilmiah populer, mulailah dengan menulis,” ucap Edy.
Pelatihan menulis ini diselenggarakan Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Mapiptek) bekerjasama dengan Danone Aqua serta Fakultas Teknik Jurusan Perencanaan Wilayah Kota selama dua hari 7 – 8 Maret dan diikuti oleh 22 mahasiswa terdiri dari mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah Kota, Teknik Lingkungan, Planologi, Teknik Sipil.
Pelatihan di Undip merupakan rangkaian kegiatan pelatihan di delapan perguruan tinggi negeri yang dimulai sejak awal Februari lalu dan sudah dilaksnakan di Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor serta Institut Teknologi Bandung.
Peserta pelatihan di Undip ini akan berkompitisi dengan ke-7 perguruan tinggi lainnya dan memperbutkan total hadiah senilai 10 juta. Sementara setiap pelatihan berlansung panitia menyiapkan bingkisan khusus. ***