BNPB Akselerasi Pembangunan Huntara di Lima Kecamatan Aceh Utara

TechnologyIndonesia.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara. Pada tahap pertama, sebanyak 711 unit huntara dibangun di lima kecamatan, berdasarkan hasil validasi data yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Aceh Utara.

Plt Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Kol. Inf. Hery Setiono menjelaskan bahwa pembangunan huntara tahap pertama dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak dengan kategori rumah rusak berat, hilang, dan hanyut akibat bencana.

Adapun rincian pembangunan 711 unit huntara tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Baktiya 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Seunuddon 135 unit.

Di Kecamatan Seunuddon sendiri, saat ini tengah dibangun 84 unit tahap pertama di Desa Ulee Rubek Timur, yang sebelumnya merupakan lapangan sepak bola desa. Lahan yang dimanfaatkan memiliki luas sekitar 14.000 meter persegi, dengan pembangunan 16 kopel yang terdiri dari masing-masing 5 unit dan 1 kopel dengan 4 unit.

Setiap unit huntara dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak dengan spesifikasi teras keluarga berukuran 4,8 m x 3,6 m, serta kamar mandi berukuran 1,2 m x 1,2 m di setiap unit. Selain itu, hunian dilengkapi fasilitas sanitasi memadai, sumur bor untuk ketersediaan air bersih serta sistem pembuangan limbah sederhana guna menunjang kesehatan lingkungan.

Hery menambahkan setelah tahap pertama rampung, BNPB akan kembali melakukan pembaruan validasi data. Apabila masih terdapat kebutuhan tambahan, pembangunan huntara dapat ditambahkan sesuai hasil pendataan lanjutan.

Sebagai bentuk keleluasaan bagi warga terdampak selama masa transisi menuju hunian tetap, BNPB memberikan pilihan untuk menempati huntara atau tinggal sementara bersama keluarga di rumah kerabat dengan menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar 600 ribu rupiah per bulan.

BNPB menargetkan pembangunan huntara tahap pertama dapat selesai dan mulai ditempati pada akhir Januari, sehingga masyarakat terdampak dapat menempati hunian yang lebih layak menjelang bulan suci Ramadan.

Pembangunan huntara ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas pihak bersama pemerintah daerah, dunia usaha dan komponen masyarakat di Kecamatan Seunuddon. Keterlibatan ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga dapat mendukung perekonomian masyarakat terdampak bencana.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh BNPB per 15 Januari 2026, dari 27 kecamatan terdampak di Kabupaten Aceh Utara, telah diproses pembangunan huntara sebanyak 4.404 unit, penyaluran DTH kepada 4.840 Kepala Keluarga (KK), rencana pembangunan hunian tetap (huntap) insitu sebanyak 4.569 unit dan huntap relokasi 635 unit.

Pemutakhiran data lanjutan terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat guna memastikan seluruh program pemulihan berjalan tepat sasaran, berkelanjutan, dan selaras dengan kebutuhan warga terdampak.

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu"
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author