Panen Udang Siklus Ke-8 BUBK Kebumen Diproyeksikan Tembus 254,5 Ton

Loading

TechnologyIndonesia.id – Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, kembali menunjukkan kinerja positif. Pada panen siklus ke-8, kawasan tambak yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 254,5 ton udang.

Hasil panen ini memperkuat posisi BUBK Kebumen sebagai model budidaya udang modern yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi ekspor. Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto) saat memimpin kunjungan kerja ke BUBK Kebumen, Sabtu (11/7/2026).

Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau kawasan tambak, mengikuti panen udang, melakukan penanaman pohon, serta menyaksikan penebaran 10,24 juta ekor benur di 32 petak sebagai tanda dimulainya siklus ke-9.

Menurut Titiek Soeharto, pengembangan BUBK Kebumen membuktikan bahwa lahan pesisir yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diubah menjadi sentra produksi udang berkualitas ekspor dengan nilai ekonomi tinggi.

“Hasilnya luar biasa. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini digunakan untuk menghasilkan udang berkualitas ekspor. Kami berharap model seperti BUBK Kebumen dapat direplikasi di daerah lain sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah,” ujarnya.

Menurut Titiek, BUBK Kebumen tidak hanya berfungsi sebagai kawasan produksi, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat dan pelaku usaha yang ingin mengembangkan budi daya udang dengan teknologi serta tata kelola yang baik.

“Semakin banyak daerah yang memiliki kawasan seperti ini, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat,” lanjutnya.

Terapkan Budidaya Udang Berkelanjutan

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu menjelaskan bahwa BUBK Kebumen dikembangkan sebagai model pengelolaan tambak udang berbasis kawasan yang menerapkan Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB).

Penerapannya mencakup aspek teknis produksi, pengelolaan lingkungan, keamanan pangan, biosekuriti, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar.

BUBK Kebumen berdiri di atas lahan seluas 100 hektare, dengan area terbangun mencapai 65 hektare dan luas kolam efektif 24 hektare. Kawasan tersebut dilengkapi 139 petak produksi, 50 petak tandon, serta 17 petak Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Menurutnya, BUBK Kebumen membuktikan bahwa peningkatan produksi dapat berjalan beriringan dengan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

“Sistem intake, tandon, saluran masuk dan keluar air yang terpisah, serta IPAL menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas air dan keberlanjutan produksi,” ujar Tb Haeru Rahayu.

Panen Berlanjut, Siklus ke-9 Dimulai

Saat ini operasional BUBK Kebumen memasuki masa transisi dari siklus ke-8 menuju siklus ke-9. Panen perdana siklus ke-8 telah dilaksanakan bersama Presiden Prabowo Subianto pada 23 Mei 2026 dengan hasil 89,5 ton udang dari 32 petak tambak.

Sedangkan panen kedua siklus ke-8 yang berlangsung saat ini akan selesai sampai 6 hari ke depan. Total panen akan dilakukan pada 37 petak dengan total produksi diproyeksikan mencapai 75 ton.

Selanjutnya masih ada panen tahap akhir yang ditargetkan berlangsung pada akhir Juli 2026. Sebanyak 70 petak akan dipanen dengan estimasi produksi mencapai 90 ton. Dengan demikian, total produksi udang pada siklus ke-8 diperkirakan mencapai sekitar 254,5 ton.

Selain berkontribusi terhadap peningkatan produksi udang nasional, BUBK Kebumen telah menyerap 645 tenaga kerja lokal dari desa-desa sekitar. Jumlah tersebut terdiri atas 145 tenaga kerja tetap dan 500 tenaga kerja harian lepas.

Operasional kawasan tambak juga memberikan dampak ekonomi berganda bagi masyarakat, antara lain melalui tumbuhnya warung makan, toko kebutuhan sehari-hari, usaha penyedia sarana produksi tambak, jasa transportasi, hingga penginapan di sekitar kawasan.

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu" Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *