BRIN Bersama PT. Azet Surya Lestari dan USNC Kerjasama Kembangkan Micro Modular Reactor di Indonesia

Jakarta, Technology-Indonesia.com – Teknologi reaktor nuklir telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu ditandai dengan berkembangnya teknologi reaktor skala mikro.

Micro Modular Reactor (MMR) merupakan salah satu reaktor dengan tingkat safety generasi ke-4 yang sangat aman dan dirancang untuk menghindari kecelakaan. Teknologi MMR menjamin pemakaian energi nuklir untuk tujuan damai, seperti pembangkit listrik dan produksi hidrogen.

Untuk mengembangkan MMR di Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT. Azet Surya Lestari dan Ultra Safe Nuclear Corporation (USNC) Australia melakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) terkait kerja sama penelitian reaktor mikro modular di bidang energi hijau berbasis nuklir, di kantor PT. Azet Surya Lestari, Bintaro, Rabu (18/10/2023).

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Kepala Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir (PRTRN) Topan Setiadipura, Direktur Utama PT. Azet Surya Lestari Abdul Kholik, dan Managing Director of USNC James Voss.

Kepala PRTRN BRIN Topan Setiadipura mengungkapkan, LoI ini merupakan awal tindak lanjut dari rencana kerja sama dalam mengenalkan teknologi MMR untuk kemaslahatan bangsa dalam mengatasi ketahanan energi nasional. Ia berharap dengan adanya kerja sama ini, semakin meluas pemanfaatan teknologi nuklir dalam mendukung net zero emission.

Menurut Topan, nuklir merupakan teknologi pembangkit listrik low carbon yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan membantu dekarbonisasi pada sektor kelistrikan. “Kapasitas pembangkit listrik berbasis nuklir di dunia akan menjadi dua kali lipat dari kapasitas yang ada sekarang,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Direktur Utama PT. Azet Surya Lestari Abdul Kholik menyampaikan, teknologi Small Modular Reactor (SMR) dan MMR lebih aman serta lebih kompetitif dari segi ekonomi.

“Dengan development yang mengarah ke SMR dan MMR, tidak ada isu soal keamanan, dari segi ekonomi juga kompetitif, mungkin hanya tinggal psikologi, bagaimana kita mengomunikasikan dengan masyarakat,” tutur Abdul.

Ia menyebut, waktu pembangunan micro-reactor relatif lebih cepat dibandingkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) konvesional. “Dari segi deployment juga lebih cepat, untuk PLTN konvensional butuh hingga 12 tahun, sedangkan dengan SMR atau MMR hanya sekitar 18 bulan saja,” terangnya.

Pihaknya dengan USNC siap melakukan investasi terhadap pengembangan MMR di Indonesia. “Kami siap masuk ke industri nuklir ini dan siap berinvestasi di dalamnya. Kami akan berinventasi sekitar 150-200 juta dolar per pembangkit sebagai gambarannya,” tandasnya.

“Untuk Indonesia juga tentunya akan menguntungkan karena akan membawa investasi dari luar ke dalam negeri. Tugas kita saat ini adalah meyakinkan para stakeholder bahwa MMR adalah solusi yang aman dan tepat. Menurut saya MMR adalah solusi terbaik jika kita benar-benar serius dalam mengeksekusinya,” lanjutnya optimis.

Sementara itu, Managing Director of USNC – Australia James Voss mengatakan, jika teknologi MMR sangat kompetitif dan bisa bersaing dengan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan pembangkit energi terbarukan lainnya.

Dirinya juga memaparkan kelebihan dan tantangan penggunaan MMR di Indonesia. “Teknologi MMR aman digunakan, MMR juga lebih murah dari PLTN konvensional. Satu-satunya tantangan kemungkinan penerimaan akan penggunakan reaktor, tetapi dengan kerja sama ini saya yakin hal tersebut dapat teratasi dengan cepat dan mudah,” ujarnya.

“Kerja sama dalam penelitian reaktor MMR ini merupakan awal di mana target kita dapat menghasilkan energi hijau berbasis nuklir,” pungkasnya. (Sumber brin.go.id)

Setiyo Bardono

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014).
Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

You May Also Like

More From Author